spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sapi Di Kota Bandung Terjangkit PMK, Tidak Akan Mempengaruhi Harga

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah memastikan, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada lima sapi tidak memberikan pengaruh terhadap stok dan harga pasaran daging sapi di Kota Bandung.

Pasalnya, harga pasaran daging sapi saat ini malah cenderung mengalami penurunan dan menuju normal.

“Kita pastikan tidak terpengaruh. Kemarin harga daging sapi di Rp 120 sampai Rp 140 ribu. Ini menurun apabila kita bandingkan menjelang Ramadhan yang mencapai Rp 160 ribu per kilogramnya,” kata Elly saat dihubungi Senin (30/5/2022).

BACA JUGA: DKPP Jabar Minta Distribusi Hewan Ternak Dibatasi

Kondisi tersebut, dikemukakan Elly, seiring permintaan daging sapi yang terus menurun. Apabila ketersediaan dan permintaan normal, harga dipasaran pun dipastikan akan kembali normal.

“Permintaan normal, otomatis harga akan kembali normal. Jadi kalau di Kota Bandung belum kelihatan dari isu PMK. Tetapi data ini kita dapat Kamis minggu kemarin, kita masih mengumpulkan data untuk update terbarunya,” ucapnya.

Elly menambahkan, Kota Bandung mendapat daging sapi yang berasal dari dua sumber. Daging sapi yang dipotong di rumah pemotongan hewan (RPH), dan daging sapi yang didapat secara impor.

BACA JUGA: Terindikasi PMK, 10 Hewan Ternak di Kota Bandung Masuk Uji Laboratorium

“Jadi kalau daging sapi di kita itu berasal dari dua sumber. Ada daging sapi yang dipotong dari ternak di potong di RPH itu sapi lokal, dan ada daging sapi yang proses pemotongannya diimpor dari Negara Australia dan New Zealand,” kata dia.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru