KONI Jabar Apresiasi Kejuaraan Indoor Skydiving di Pusdiklatpassus

0
71
fokusjabar.id KONI Jabar Skydiving
Ketua Harian KONI Jabar, M Budhiana saat menghadiri Launching Event 'Kopassus 1st Indoor Skydiving Championship tahun 2022' di Kopassus Indoor Skydiving Center, Komplek Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/5/2022). (FOTO: Istimewa)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: KONI Jabar mengapresiasi Pusdiklatpassus Kopassus yang mewadahi pengembangan olahraga Indoor Skydiving melalui sebuah kejuaraan. Even yang bertajuk ‘Kopassus 1st Indoor Skydiving Championship tahun 2022’ yang akan digelar mulai 20 Mei 2022 ini dilaunching pada Jumat (13/5/2022) di Kopassus Indoor Skydiving Center, Komplek Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

“Saya mengapresiasi Kopassus yang mewadahi pengembangan olahraga ini melalui sebuah kompetisi. Apalagi, ini menjadi perlombaan pertama di Indonesia yang dihelat di Jawa Barat,” kata Ketua Harian KONI Jabar, M. Budhiana pada acara Launching Event ‘Kopassus 1st Indoor Skydiving Championship tahun 2022’ di Kopassus Indoor Skydiving Center, Komplek Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/5/2022).

Budhiana mengatakan, olahraga skydiving ini merupakan cabang olahraga baru dan menjadi salah satu bagian dari FASI. Meski terkesan segmented karena peralatan yang cukup mahal, namun olahraga skydiving ini diyakini bisa berkembang di Jabar atau bahkan Indonesia.

“Dengan adanya olahraga skydiving indoor ini menjadi bukti kalau olahraga ini terus berdinamis. Masyarakat olahraga menjadi banyak pilihan untuk mengembangkan olahraga ini menjadi suatu prestasi,” kata dia.

BACA JUGA: Persib Promosikan Kiper Bandung United

fokusjabar.id KONI Jabar Skydiving
Launching Event ‘Kopassus 1st Indoor Skydiving Championship tahun 2022’ di Kopassus Indoor Skydiving Center, Komplek Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/5/2022).

Jabar sendiri, lanjut Budhiana, memiliki potensi cukup bagus di cabang olahraga ini. Hal ini menjadi peluang bagi Jabar untuk menggali prestasi dari cabang olahraga skydiving.

“Kita kehilangan sekitar 30 persen medali emas untuk PON XXI tahun 2024 nanti karena beberapa atlet harus pensiun. Untuk itu perlu menggali potensi-potensi atlet baru,” kata dia.

Untuk itu, kata Budhiana, KONI Jabar membutuhkan dukungan semua pihak dalam proses pembinaan prestasi olahraga. Terlebih pada saat ini, pemerintah provinsi belum bisa berbuat banyak menggelontorkan anggaran pembinaan pasca ‘terhantam’ badai Covid-19.

“Jabar sudah meraih dua kali juara umum PON saat tahun 2016 dan 2021, dan kita bertekad untuk mencetak sejarah dengan meraih hattrick juara umum PON di tahun 2024. Karena itu, apa yang dilakukan Pusdiklatpassus Kopassus ini sangat membantu tugas kami untuk melahirkan potensi-potensi atlet baru,” Budhiana menegaskan.

(Ageng)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini