spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ini Penyebab, 12 Orang Siswa SMAN 5 Kota Bandung Positif Covid-19

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sebanyak 12  orang siswa di SMAN 5 Kota Bandung terkonfirmasi positif Covid-19 di tengah kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Hal itu dibenarkan oleh Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 5 Kota Bandung Amat Misnadi.

Menurutnya, awal 12 orang siswanya terpapar Covid-19 berasal dari satu siswa yang mengeluh tidak enak badan saat kegiatan PTM 100 persen di sekolahan.

“Jadi pada hari Kamis 27 Januari, kami mendapati seorang anak datang ke sekolah dengan menggunakan jaket. Sesuai SOP, sudah kami larang anak itu untuk tidak menggunakan jaket. Ketika dikonfirmasi, anak itu sakit dan kami dorong untuk anak itu pulang,” kata Amat saat ditemui di SMAN 5 Kota Bandung, Jalan Belitung Kota Bandung Jabar Kamis (3/2/2022).

BACA JUGA: Tekan Lakalantas, Pemkot dan Polretabes Bandung Rekayasa Lalu Lintas

Namun, kata dia, siswa tersebut bukanya pulang malah bersihkukuh untuk tetap melaksanakan pembelajaran disekolah.

“Karena yang bersangkutan bersikukuh, ya, kita enggak bisa gimana-gimana. Namanya juga disekolah. Kita apresiasi dari kita anaknya bersungguh-sungguh ingin sekolah, kita sudah negosiasi tetap yang bersangkutan ingin sekolah,” ucapnya.

Sepulang sekolah, siswa tersebut mendapat penanganan medis dan dinyatakan positif terpapar Covid-19 dengan gejala.

“Sorenya yang bersangkutan mendapat penanganan medis, ternyata dinyatakan positif Covid-19,” kata dia.

Oleh karna itu, pihaknya pun langsung melakukan tracing kepada siswa dan guru di lingkungan SMAN 5 Bandung yang sampai dengan hari ini didapati 12 orang positif dari kontak erat.

“Sejak Kamis kemudian kami lakukan tracing oleh Satgas Covid-19 SMAN 5 Bandung dan didapati sampai hari Minggu itu 7 orang, kemudian diperjalanan Senin-Rabu update terus, per tadi siang jam 2 sudah ada 12 orang (positif covid-19),” katanya.

Amat menyebut, para siswa yang terkonfirmasi ada yang bergejala dan tanpa gejala. Dugaan sementara, penyebaran virus covid-19 di SMA Negeri 5 Bandung dimulai dari adanya kegiatan ekstrakurikuler.

“Kalau yang satu kelas itu ada jumlahnya 6-7 orang. Kemudian, setelah dilihat lagi ada kemungkinan terjadi penularan di ekskul,” ujarnya.

Lebih lanjut Amat mengungkapkan,untuk kegiatan ekstrakurikuler pihak sekolah belum mengizinkan kembali. Hanya saja, kata dia, para siswa ini melakukan pertemuan ekstrakurikuler di luar sekolah yang luput dari pengawasan sekolah.

“Sebetulnya (kegiatan) ekskul di kami belum diperbolehkan ya jadi sangat ketat. Kalau pun ada, semua pembina ada di situ hadir. Nah yang ini mereka pertemuannya di luar sekolah, jadi kami agak sulit untuk mengontrol,” kata dia.

Amat menambahakan, hingga hari ini, pihak SMAN 5 Bandung pun terus melakukan swab test acak untuk mengidentifikasi siswa-siswa lainnya yang berpotensi terpapar Covid-19.

“Kami juga sudah kembangkan dari mulai tracing ke lingkaran yang lebih besar. Hari ini sedang dilaksanakan swab dan bagaimana langkah sekolah selanjutnya tentu sangat bergantung pada hasil swab pada hari ini,” kata dia.

BACA JUGA: Meriahkan Imlek 2022, JNE Hadirkan Double PAO!!

Besar kemungkinan, jika ditemukan lagi siswa yang terpapar Covid-19, SMAN 5 Bandung akan kembali melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem daring.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru