BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penanganan kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Jawa Barat tahun 2021 menurun dibandingkan tahun 2020.
Namun peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis ganja meningkat tahun 2021 dibanding sabu.
Demikian disampaikan Plt Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Barat Bubung Pramiadi di Bandung, Jumat (31/12/2021).
Dia mengatakan bahwa pada tahun 2020 di awal pandemi, BNNP Jabar menangani sekitat 41 kasus narkoba dengan 58 orang tersangka.
“Ada 47 perkara dan penurunannya tidak terlalu tinggi. Penurunan ada pada baramg bukti jeni sabu. Jenis ganja meningkat. Namun kita tidak melihat itu, kami ingin Jabar bersih dari narkoba,” kata Bubung.
BACA JUGA: Satnarkoba Polres Tasikmalaya Ringkus 13 Tersangka
BNNP Jabar juga berhasil memetakan dua sindikat pemasok narkotika jaringan nasional. Dari hasil pengungkapan selama tahun 2021, pihaknya telah menyita 9.907.82 gram sabu dan 3 ratusan kilogram lebih ganja.
“Dengan pengungkapan itu, BNNP Jabat dapat menyelamatkan 1,87 juta jiwa anak bangsa dari bahaya narkotika. Kita berusaha dari tahun ketahun personel aktif melaksanakan kegiatan, ya Alhamdulillah,” kata dia.
Analisa BNNP Jabar, kata dia, modus penyelundupan narkotika tahun 2021 tidak terjadi perubahan signifikan dan jalur darat masih sering dilakukan.
“BNNP Jabar terus berupaya kuay membangun sinergitas dengan Polda Jabar, khusunya Direktorat Narkoba, Bea Cukai Jabar dan Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Jabar,” kata dia.
Tidak hanya itu, tahun 2021 pun Bidanh Rehabilitasi BNNP Jabar melalui Klinik Pratama BNNP Jawa Barat telah memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 237 klien dari target yang ditetapkan 100 orang.
Untuk layanan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN), dari target 430 orang, BNNP Jabar telah menerbitkan SKHPN sebanyak 451.
“Dalam program pendampingan pemulihan, BNNP Jawa Barat sudah berhasil mendampingi 80 orang atau sesuai target yang ditetapkan,” kata Bubung.
Dia berharap peran serta masyarakat dan berbagai elemen untuk bersama-sama memerangi penyelundupan dan peredaran gelap narkotika di Jawa Barat.
(LIN)


