spot_img
Minggu 28 November 2021
spot_img
spot_img

Pogram PSB Kota Banjar Diklaim bisa Tangkal Radikalisme

BANJAR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar mendukung program yang dilakukan Polres Banjar yaitu Polisi Saba Bumi (PSB).

Pasalnya, program PSB ini bisa menjadi salah satu upaya dalam mengantisipasi atas pemahaman aliran keras atau paham Radikalisme di Kota Banjar.

Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih mengatakan akan mendukung penuh program saba bumi yang di launchingkan hari ini oleh Polres Banjar.

“Luar biasa, ini salah satu upaya kita dalam mengantisipasi atas kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini, jangan sampai kecolongan,” katanya saat menghadiri launching PSB di halaman Mapolres Banjar, Jum’at (19/11/2021).

BACA JUGA: Di Banjar 1 Rumah Terbakar Akibat Steker Listrik Menumpuk

Ade mengapresiasi kepada Polres Banjar yang telah mengedukasi serta memberikan tugas kepada personelnya dengan satu Polisi satu RW di wilayah Kota Banjar.

“Insya allah akan memberikan kenyamanan, keamanan dan ketertiban. Jangan sampai ada pembiaran, makanya dengan PSB ini kita amankan masyarakat, jangan sampai mereka termakan pemahaman aliran keras,” kata dia.

“MUI saja kemarin kecolongan Teroris. Mereka pinter sekali cuci otaknya,” katanya menambahkan.

Sekarang lanjut Ade, banyak pengajian yang dilakukan oleh komunitas-komunitasnya sendiri. Padahal kata dia, harus pengajuan membaur dengan baerbagai golongan dan kelompok msyarakat lain,

“Kalau bicara agama silahkan saja di Masjid, kalaupun ada dirumah-rumah harus ada pemberitahuan minimal ke Rw atau Rt,” kata dia.

BACA JUGA: Partai Demokrat Ciamis Bantu Pemerintah Kejar Target Vaksinasi

“Karena selama ini kita memang bebaskan, namun apabila tidak di dampingi dan ternyata terjadi kejadian hal yang tidak di inginkan nanti lama-lama kalau sudah termakan susah untuk diperbaiki,” kata Ade.

Ade menyebutkan, hal itu sering terjadi kepada kalangan remaja, dan kalau sudah termakan paham biasanya mereka langsung mengidolakan ulamanya.

“Belajar agama harusnya dari manapun harus masuk dan dengan adanya PSB inu Saya memberikan respon yang bagus semoga Banjar tetap kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Banjar, AKBP Ardyaningsih mengatakan program Polisi Saba Bumi ini adalah konsep kepolisian Polmas dengan mengangkat kearifan lokal Jawa Barat.

“Jadi polisi saba bumi itu merupakan media komunikasi masyarakat dan pemerintah dengan polisi yang berkunjung ke rumah-rumah warga (door to door), tujuannya untuk membangun kemitraan dan problem solving,” katanya.

Ardy menjelaskan, para polisi yang bertugas dalam PSB ini dilengkali dengan identitas diantaranya ban kartu nama, ban lengan, tas PSB dan stiker yang lengkap dengan nomor telepon untuk pengaduan.

“Dalam PSB ini kami menurunkan 297 polisi, karena program ini satu RW satu Polisi,” kata dia.

(Budiana Martin/Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img