spot_img
Selasa 22 Juni 2021
spot_img
spot_img

Vaksinasi Massal, TNI-Polri Ingatkan Disiplin Prokes

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemprov Jabar mendukung program vaksinasi massal TNI-Polri yang akan menyasar 10 ribu orang di beberapa daerah di Jabar selama dua hari. Adapun daerah yang menjadi sasaran, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

Hari pertama vaksinasi pada Kamis (10/6/2021), Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke lokasi vaksin di Grand Ballroom Sudirman, Kota Bandung.  Animo masyarakat untuk divaksin sangat tinggi dengan protokol kesehatan sangat ketat. Berjarak 1 meter, satu per satu warga masuk ke ruang penyuntikan.

Selama dua hari mendatang, vaksinasi akan menyasar masyarakat umum, lansia, serta pelayanan publik. Pengumpulan warga yang akan divaksin dikolektif oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Bandung Raya.

BACA JUGA: Vaksinasi untuk Lansia di Kota Bandung Belum Capai Target

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, pascalibur lebaran terjadi lonjakan kasus COVD-19 di beberapa daerah. Diharapkan melalui vaksinasi massal yang digelar TNI-Polri bisa menambah imunitas tubuh masyarakat. 

“Kita akan gelar dua hari dengan target minimal 10 ribu,” kata Sigit. 

Sigit pun meminta agar masyarakat yang sudah divaksin tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari. Hal itu penting untuk mencegah penyebaran COVID-19. 

“Disiplin Prokes, selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” kata dia.

TNI-Polri,kata dia, telah melakukan sejumlah langkah dalam mengendalikan laju COVID-19, seperti melalui pendampingan dan penguatan personel dalam rangkan pendisiplinan Prokes. 

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa vaksinasi massal yang digelar kali ini dibantu oleh tenaga kesehatan dari TNI dan Polri. 

“Ini luar biasa, peminat vaksinasi banyak sekali dan didukung tenaga kesehatan TNI-Polri,” kata Hadi. 

Hadi meminta agar para penerima vaksin tetap mematutuhi Prokes dengan ketat. Sebab, kata dia, meski sudah divaksin, kemungkinan terpapar COVID-19 masih ada. 

“Tetap pakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Jangan dianggap setelah divaksin kekebalan tubuh tinggi sekali,” kata dia. 

(Solihin)

Artikel Lainnya

spot_img