spot_img
Rabu 30 November 2022
spot_img
More

    Sedih, Masih Ada Kasus Balita Gizi Buruk di Cianjur

    CIANJUR,FOKUSJabar.id: Seorang balita mengalami gizi buruk di Kecamatan Agrabianta Kabupaten Cianjur. Kondisinya sangat memprihatinkan hingga tubuh terlihat sangat kurus.

    Bayi berusia 20 bulan bernama Muhammad Bayu itu merupakan anak bungsu dari empat bersaudara dari pasangan Ahmidin (38) dan Alisa (31), Warga Kampung Simpang Tiga RT 02/03 Desa Tanjungsari Kecamatan Agrabinta.

    Alisa mengatakan anaknya terlahir dengan kondisi normal. Berat badan bayi laki-laki itu mencapai 3,4 kilogram.

    “Awalnya lahir normal, persalinan dibantu bidan,” kata Alisa, Rabu (26/5/2021).

    BACA JUGA: Puluhan Perahu Rusak Diterjang Ombak di Sukabumi, Seorang Nelayan Hilang

    Namun, saat menginjak usia 1 tahun, Bayu mulai menunjukan gejala penyakit. Balita itu kerap mengalami demam tinggi hingga sering diare.

    “Usia 13 bulan sempat dibawa ke bidan untuk diperiksa dan diberi obat. Tapi kondisi anak saya semakin parah, lebih sering lagi demam dan diare. Sesekali juga muntah,” kata dia, seperti dilansir Detik

    Setiap hari kondisi bayi tersebut semakin memprihatinkan, berat badannya yang semula 8 kilogram saat usia 13 bulan pun terus menurun.

    Bahkan di usianya yang menginjak 20 bulan atau hampir 2 tahun itu, berat badan Bayu hanya sekitar 5 kilogram. Padahal idealnya dalam usia tersebut, berat bayi berkisar 8 hingga 11 kilogram.

    Akibat gizi buruk, kini kondisi bayu terlihat begitu kurus, bagian tangan dan kakinya tampak seperti hanya tersisa kulit dan tulang. Namun bagian perutnya membuncit.

    Kondisi memprihatinkan itu diperparah dengan keadaan ekonomi keluarga yang tidak mampu. Sangat ayah yang hanya kerja serabutan membuat penghasilannya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

    Akibatnya Bayu tak bisa mendapatkan pengobatan yang serius, sebab orang tuanya tak memiliki uang untuk biaya pengobatan dan kebutuhan selama pengobatan.

    “Untuk sehari-hari saja sudah pas-pas an, suami kerjanya serabutan kadang jadi buruh tani dan tukang pijit keliling di kampung,” tuturnya.

    Di sisi lain, Kepala Desa Tanjungsari Juanda mengatakan bayu sudah pernah ditangani oleh Pemdes dan Puskesmas. Bahkan bayu yang mengalami gizi buruk tersebut sempat dirawat di rumah sakit.

    “Tentunya kami sudah berupaya membantu keluarga bayi Bayu dengan membawanya ke rumah sakit dan selama 28 hari,” kata kades.

    Akan tetapi ibu bayi tersebut bersikeras untuk membawa bayinya pulang untuk dirawat di rumah.

    “Setau saya ibu bayi itu ingin anaknya dirawat di rumah saja daripada berlama-lama di rumah sakit. Entah karena masalah biaya kebutuhan selama di rumah sakit atau ada faktor lain,” tuturnya.

    Ia menambahkan, pihaknya bersama puskesmas Agrabinta rutin memberikan bantuan berupa makanan tambahan demi mengobati gizi buruk tersebut.

    “Kami rutin kirim makanan yg di anjurkan dokter seperti suplemen dan buah serta sayuran,” pungkasnya.

    (Agung)

     

    Berita Terbaru

    spot_img