spot_img
Senin 19 April 2021
spot_img
spot_img

Militer Myanmar Sehari Tembak Mati 107 Pendemo, Biden Angkat Bicara

AMERIKA SERIKAT,FOKUSJabar.id: Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mengecam aksi junta militer Myanmar yang menewaskan lebih dari 100 pengunjuk rasa antikudeta termasuk tujuh orang anak.

Diketahui pada Sabtu (27/3), sedikitnya 107 orang tewas di seluruh Myanmar ketika pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa.

“Ini mengerikan,” kata Biden dalam sambutan singkat yang dia berikan di negara bagian asalnya, Delaware, seperti dilansir AFP, Senin (29/3/2021).

“Benar-benar memalukan, dan berdasarkan laporan yang saya dapatkan, banyak sekali orang yang terbunuh,” kata dia.

BACA JUGA: Tolak Kudeta, PNS Myanmar Mogok Massal

Peristiwa berdarah terjadi usai junta menggelar pawai perayaan tahunan Hari Angkatan Bersenjata.

Uni Eropa menggambarkan kekerasan mematikan itu sebagai hal yang “tidak bisa diterima”.

“Jauh dari merayakan, militer Myanmar kemarin telah membuat hari yang mengerikan dan memalukan,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan itu muncul setelah para kepala Pertahanan dari 12 negara termasuk AS, Inggris, Jepang, dan Australia mengecam militer Myanmar.

“Seorang militer profesional mengikuti standar perilaku internasional dan bertanggung jawab untuk melindungi – bukan merugikan – orang-orang yang dilayaninya,” kata pernyataan bersama itu.

“Kami mendesak Angkatan Bersenjata Myanmar untuk menghentikan kekerasan dan bekerja untuk memulihkan rasa hormat dan kredibilitas dengan rakyat Myanmar yang telah hilang melalui tindakannya,” imbuhnya.

Menurut kelompok pemantau lokal, jumlah korban tewas akibat tindakan keras sejak kudeta sejauh ini telah meningkat menjadi sedikitnya 423 orang.

(Agung)

 

 

 

Artikel Lainnya

spot_img