spot_img
Selasa 13 April 2021
spot_img
spot_img

Bayi Tertua Lahir Selamat, Usianya Beda 18 Bulan Dengan Sang Ibu

AMERIKASERIKAT,FOKUSJabar.id: Molly Everette Gibson dinobatkan sebagai bayi tertua usai lahir dengan selamat pada 20 Oktober 2020 lalu. Molly berasal dari embrio yang dibekukan pada Oktober 1992 atau 28 tahun silam.

Molly merupakan bayi yang lahir di Tennessee, Amerika Serikat. Ibu angkatnya yakni Tina Gibson berusia 29 tahun dan lahir sekitar 18 bulan lebih awal saat Molly masih membeku dalam bentuk embrio.

“Sulit untuk mempercayainya. Sejauh ini yang kamu tahu, Molly adalah keajaiban kecil kami,” kata Tina kepada New York Post seperti dilansir kumparan.com.

Molly pun dipercaya sebagai bayi tertua usai memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Emma Wren Gibson. Embrio Emma sendiri dibekukan selama 24 tahun sebelum akhirnya lahir pada tahun 2017 silam.

Molly dan Emma sendiri sebenarnya saudara kandung. Embrio keduanya berasal dari orang tua yang sama. Identitak kedua orang tuanya pun dirahasiakan hingga saat ini.

Molly maupun Emma, berasal dari embrio beku 28 tahun lalu dan berhasil terlahir ke dunia dengan selamat untuk menghirup udara bumi serta merasakan sinar matahari. Keduanya, dilahirkan oleh ibu angkat mereka yakni Tina Gibson.

fokusjabar.id bayi tertua
Molly Everette Gibson bersama kedua orang tua angkatnya dan saudara kandungnya Emma Wren Gibson. (FOTO: WEB)

BACA JUGA: 10 Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada 2020 Versi KPK

Kelahiran Molly difasilitasi National Embryo Donation Center (NEDC) di Knoxville. NEDC merupakan sebuah organisasi nirlaba yang menerima sumbangan embrio dari orang tua kandung yang telah menjalani fertilisasi in vitro (IVF).

Dalam kasus ini, orang tua lebih memilih menyimpan embrio beku mereka ke NEDC ketimbang dibuang sia-sia. NEDC akan menyimpannya dan menggunakan embrio di kemudian hari setelah ada calon orang tua angkat yang menginginkannya. Permintaan embrio sebagian besar dari mereka yang mengajukan permohonan untuk adopsi, membawa dan melahirkan embrio.

Sejauh ini, NEDC sudah berhasil memfasilitasi lebih dari 1.000 persalinan. Emma dan Molly mewakili kasus kelahiran paling luar biasa karena keduanya adalah embrio beku terlama yang berhasil dilahirkan ke dunia dan menjadi bayi tertua. Kelahiran keduanya memberikan bukti unik tentang berapa lama embrio beku bisa bertahan yang belum dipahami secara jelas.

“Selama embrio disimpan dengan baik di dalam tangki penyimpanan nitrogen cair pada suhu minus 396 derajat, kami merasa embrio akan bertahan selamanya. Dengan kelahiran Molly, kami tahu mereka dapat bertahan hidup setidaknya 27 setengah tahun dan mungkin lebih lama,” kata Direktur Lab NEDC, Carol Sommerfelt dilansir New York Post.

(Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img