Minggu 29 November 2020

Kasus Suap DAK, Wali Kota Tasikmalaya Ditangkap KPK

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menangkap dan menahan Wali Kota Tasikmalaya, Jabar, Budi Budiman, Jumat (23/10/2020).

Wali Kota Tasikmalaya ditahan KPK karena terjerat kasus suap Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. 

Budi Budiman memberikan uang suap kepada Pegawai Kementerian Keuangan bernama Yaya Purnomo, agar usulan DAK untuk Kota Tasikmalaya tahun 2018 yang nilainya puluhan milyar rupiah diprioritaskan.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Banjar Terima Bantuan Pemulihan Ekonomi

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, Budi Budiman (BBD) sudah memenuhi unsur dan bukti-bukti melanggar hukum dalam kasus suap DAK sehingga dilakukan penahanan.

“Wali Kota Tasikmalaya sudah terbukti melakukan suap. Setelah melalui proses pemeriksaan, hari ini Kami resmi menahannya,” ungkap Ali Fikri melalui sambungan telpon, Jumat (23/10/2020).

Menurut Ali Fikri, BBD akan ditahan untuk 20 hari ke depan terhitung sejak tanggal 23 Oktober 2020 sampai dengan 11 November 2020, dan akan ditempatkan di Rutan KPK Cabang Gedung ACLC KPK Kav.C1.

“Penahanan ini untuk kepentingan penyidikan agar tidak terganggu,” kata Ali.

Kasus suap BBD melibatkan pejabat di Kemenkeu RI yang diawali dengan OTT pada 4 Mei 2019 lalu di Jakarta. Saat itu, KPK mengamankan uang sejumlah Rp400 juta.

“Dalam kasus ini, Kami telah memeriksa 33 orang saksi dan 2 orang ahli. Sejauh ini Kami telah menetapkan 6 orang tersangka. Salah satunya pejabat di Kemenkeu (Yaya Purnomo) dan telah divonis 6,5 tahun penjara,” pungkas Ali Fikri.

(Seda/Bambang)

Artikel Lainnya

Satpol PP Jaring 50 Orang Pelanggar Prokes di Kawasan Padat Penduduk

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung...

Tokoh Aksi 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir, Yusuf Martak, dan Tengku Zulkarnain terdepak dari kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia...

Komisi I DPRD: BUMDes di Jabar Perlu Dioptimalkan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Bedi Budiman mengatakan, sejak diimplementasikannya Undang-undang desa, efektivitas pemberdayaan desa sudah bisa dilihat dan dirasakan perbedaannya. Dengan...

Harga Ayam di Pasar Melonjak, Peternak Tak Kebagian Untung

CIAMIS,FOKUSJabar. Id: Harga ayam broiler di Pasar Manis, Ciamis melonjak cukup tinggi hingga mencapai Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut sangat berbeda jauh dengan...

Satu Dekade Angklung Mendunia Digelar di 10 TV Lokal

BANDUG,FOKUSJabar.id: Peringati satu dekade ditetapkannya angklung menjadi Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar menggelar acara bertajuk ‘Satu Dekade Angklung...

Hujan Deras Mengguyur, Jalan Desa Sukamaju Ciamis Jadi Sungai

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada Sabtu (28/11/2020) mengakibatkan beberapa ruas jalan berubah menjadi sungai dadakan akibat tergenang air. Salah satunya akses...

Kota Bandung Waspada Zona Merah, Salah Siapa?

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Indeks kewaspadaan Kota Bandung berada di angka 1,80. Hal itu mengakibatkan Kota Bandung memasuki level kewaspadaan zona merah penyebaran Covid-19. Data tersebut merujuk kepada...