Selasa 22 September 2020

Freeport Indonesia Temukan Spesies Tumbuhan Baru di Papua

TIMIKA, FOKUSJabar.id: PT Freeport Indonesia (PTFI) mengumumkan penemuan satu spesies tumbuhan baru di area kerjanya di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni.

Dalam siaran persnya, Sabtu (6/6/2020), Freeport Indonesia menyebut spesies tumbuhan baru itu dinamakan Diplycosia puradyatmikai Mustaqim, Utteridge & Heatubun sp. nov. Penemuan spesies baru telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal internasional Phytotaxa442: 52–60 tanggal 11 Mei 2020.

Bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Papua (Unipa), Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat, serta Royal Botanic Gardens Kew, Inggris, dalam proses eksplorasi dan publikasinya. Penemuan ini menjadi penemuan tanaman ke-29 PTFI dalam 23 tahun terakhir dan sukses menambah khazanah keanekaragaman hayati Indonesia yang dikenal sebagai negara megabiodiversitas.

Secara fisik, Diplycosia puradyatmikai merupakan sebuah tanaman yang tumbuh dalam rumpun semak setinggi kurang lebih 1,5 meter dengan ranting kuat berwarna coklat.

BACA JUGA: Ini Batas Waktu Aktivitas Warga 14 Kabupaten/Kota di Papua 

Tangkai daunnya berwarna kemerahan, sementara daunnya berwarna hijau, berbentuk bulat, dan dipenuhi bulu halus. Spesies ini dapat tumbuh di habitat berketinggian 2.700–2.800 meter di atas permukaan laut.

Pratita Puradyatmika, General Superintendent of Highland Reclamation and Monitoring PT Freeport Indonesia selaku pendukung utama tim eksplorasi keanekaragaman hayati mengatakan, eksplorasi untuk meneliti keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna merupakan salah satu upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan Freeport Indonesia di seluruh area kerjanya.

“Dalam praktiknya, agar proses eksplorasi dapat dilakukan dengan lebih maksimal, kami selalu melibatkan sejumlah pihak, mulai dari institusi pendidikan, penelitian dan pengembangan hingga lembaga konservasi keanekaragaman hayati,” kata Pratita yang nama belakangnya digunakan sebagai nama jenis baru tumbuhan ini.

Penggunaan nama belakang Pratita Puradyatmika sebagai nama spesies baru sendiri merupakan bentuk penghargaan tim peneliti terhadap kontribusi Pratita.

Sejak program penelitian dan publikasi keanekaragaman hayati dilakukan oleh PTFI, Pratita banyak terlibat dalam ekspedisi dan publikasi berkelas dunia. Selain Pratita, proses eksplorasi dan publikasi Diplycosia puradyatmikai ini juga tidak terlepas dari peran Wendy Ahmad Mustaqim dari IPB.

Penelitian dan penetapan Diplycosia puradyatmikai sebagai spesies baru memakan waktu 35 tahun sejak spesimen pertama dikoleksi pada tahun 1985.

freeport indonesia
Spesies tumbuhan baru yang dinamakan Diplycosia puradyatmikai Mustaqim, Utteridge & Heatubun sp. nov. (FOTO: NET)

Lamanya proses ini antara lain dikarenakan kompleksnya area eksplorasi ekosistem alpin dan sulitnya menemukan kondisi fisik yang lengkap dari spesies tumbuhan tersebut. Meski studi lanjutan masih perlu dilakukan untuk menemukan manfaat langsung spesies baru ini, penemuan tersebut menjadi sebuah kemajuan akademis yang nyata.

Ahli botani dari Unipa sekaligus Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Papua Barat yang juga terlibat dalam penemuan dan publikasi ini, Prof Charlie D Heatubun mengatakan, pendataan spesies secara menyeluruh dan mendalam yang dilakukan di wilayah kerja PTFI tidak hanya penting untuk menjamin kegiatan yang dilakukan perusahaan berdampak seminimum mungkin terhadap setiap spesies dan lingkungan setempat.

Lebih dari itu, katanya, pendataan spesies baru juga sangat berarti bagi dunia penelitian dan pengembangan yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat umum saat ini maupun di masa yang akan datang, terutama dalam menyikapi dampak perubahan iklim, pemanasan global, dan kepunahan spesies di muka bumi.

Sejak 1997, Divisi Lingkungan Hidup PTFI terus mengeksplorasi keanekaragaman hayati.

Sejumlah pihak, baik domestik seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kebun Raya Bogor, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponegoro, Universitas Sriwijaya, Universitas Cenderawasih, dan Universitas Papua telah berkolaborasi bersama PTFI.

Selain itu juga terdapat lembaga internasional yang terlibat dala kegiatan ini seperti Royal Botanic Gardens Kew di Inggris, South Australian Museum, Bishop Museum, Western Australian Museum, Smithsonian Institution, Los Angeles County Museum, American Entomological Institute, University of Amsterdam, Leiden Herbarium Center, Basil Ornis Consults Netherland.

Melalui kegiatan eksplorasi, lebih dari 5.000 jenis spesies di sekitar area kerja Freeport Indonesia, termasuk spesies baru, telah didata untuk diteliti dan dilestarikan.

“Pada masa transisi menuju era normal baru, kami perlu melakukan beberapa penyesuaian kegiatan agar dapat menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan kerja yang telah dianjurkan oleh pemerintah dan diadaptasi oleh perusahaan. Salah satunya menunda kegiatan penelitian keanekaragaman hayati yang melibatkan institusi dari luar, yang memungkinkan kami untuk tidak bepergian atau bertemu dengan banyak orang di satu tempat secara bersamaan,” pungkas Pratita.

(ars/ant)

Artikel Lainnya

Epic Games Gratiskan Football Manager 2020, Gercep Download!

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Epic Games Store kembali membagikan game gratis mereka...

8 Jurus Ampuh Atasi Insomnia

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Insomnia atau gangguan tidur di malam sangat mengganggu. Pasalnya, tidur merupakan kebutuhan mendasar yang sangat penting dan harus dicukupi. Orang yang mengidap insomnia umumnya...

Asuransi Kesehatan Avrist Prime Hospital and Surgical Solusi Rumah Tangga

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Avrist Assurance (Avrist Assurance) memberikan layanan asuransi kesehatan baru yang berkomitmen sebagai solusi cerdas bagi setiap rumah tangga di seluruh Indonesia. Asuransi kesehatan...

Bank bjb Semakin Ekspansif Salurkan Dana PEN

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb terus mengakselerasi penyaluran dana stimulus percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan pemerintah untuk mendorong laju perekonomian di berbagai daerah. Dalam...

Hobi Naik Gunung Bikin Orang Lupa Diri?

BANJAR,FOKUSJabar.id: Hobi naik gunung memang tidak bisa dianggap enteng, seseorang bisa berhari-hari mempersiapkan diri, perlengkapan hingga peralatan untuk hobi itu. Tak jarang seserang rela...

Saingi Gojek, Bos AirAsia Tony Fernandes Bikin SuperApp

JAKARTA,FOKUSJabar.id: CEO AirAsia Tony Fernandes dikabarkan sedang menyiapkan superapp yang akan menyaingi Gojek dan Grab, Senin (21/9/2020). Tony Fernandes mengatakan telah menyiapkan model bisnis baru...

Ada-ada Saja, Pejabat India Sebut Mandi Lumpur Bisa Obati Covid-19

INDIA,FOKUSJabar.id: Seorang pejabat India mengusulkan obat aneh untuk virus corona (Covid-19). Dia adalah Sukhbir Singh Jaunapuria. Dilasir dari suara.com, Jaunapuria merekam dirinya duduk di genangan...