BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pandemi Covid-19 memberi dampak ancaman resesi ekonomi dan stabilitas pangan di masyarakat. Saat ini pemerintah pun tengah menyalurkan bantuan kepada mereka terdampak virus itu. Untuk memudahkan penyampaian bansos secara cepat, akurat dan tepat dari pemerintah keapada terdampak Corona, dibutuhkan teknologi terintegrasi.
Sebagai bentuk respon ikut menanggulangi wabah virus Corona, PT Sumbu Global Digital (SGD) di Bandung meluncurkan perangkat berbasis Internet of Things (IOT).
Perangkat itu bernama Momen Social Box (MSB). Perangkat ini dikembangkan dengan dua fungsi, yakni sebagai alat komunikasi dua arah berbasis 2 mode jaringan GSM dan satelit.
Sehingga alat ini bisa ditempatkan di mana saja untuk kebutuhan komunikasi antara masyarakat pelosok dan pemangku kebijakan di pusat, tanpa terkendala letak geografis suatu wilayah.
Fungsi kedua sebagai bank beras otomatis. Bagi warga penerima manfaat dari program keluarga harapan (PKH) atau warga kategori miskin baru penerima bansos dampak Covid-19 bisa mengambil beras melalui alat tersebut.
“Cukup dengan menempelkan e-KTP pada sensor MSB,” kata CEO PT SGD Robby Ibong di Bandung, Selasa (5/5/2020).
Robby mengatakan bahwa perangkat ini sudah diimplenentasikan pihaknya sejak 2017 hingga sekarang di kampung-kampung nelayan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
“MSB ini ditempatkan di tempatkan di darat dan berfungsi sebagai media komunikasi antara nelayan yang berada di laut dengan keluarganya di darat. Sehingga informasi keselamatan nelayan dapat diketahui keluarganya selama 24 jam,” kata dia.
Selain itu, keluarga nelayan yang ada di rumah bisa mengambil jatah beras bulanan mereka dari sedekah donatur melalui alat ini.
Wabah Corona yang melanda kali ini berdampak pada munculnya kemiskinan baru, terlebih dengan banyaknya warga yang tidak bisa bekerja.
Hal ini terkait kebijakan PSBB yang harus dipatuhi guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Sehingga banyak warga tidak bisa bekerja lagi dan kena PHK.
Atas kondisi itu, pihaknya menciba ikut membantu melawan wabah tersebut dengan memanfaatkan fungsi mesin MSB untuk masyarakat terdampak Covid-19 di tanah air.
BACA JUGA: PSBB Harus Terukur, Bansos Harus Segera Didistribusikan
“MSB ini akan terasa lebih berefek jika ditempatkan di masyarakat pelosok atau pulau-pulau terluar. Selain sebagai tempat penyaluran bantuan beras dari donatur untuk warga kurang mampu, alat ini juga dilengkapi fasilitas komunikasi yang dibutuhkan warga untuk berkomunikasi. Penempatan MSB bisa di masjid atau kantor lurah/desa, sesuai kebutuhan setempat,” kata dia.
Pengambilan beras dari donatur, sedekah atau zakat pada mesin ini, kata dia, sudah dirancang dan hanya bisa digunakan menggunakan e-KTP.
“Waktu dan jadwal pengambilan beras oleh penerima manfaat pun bisa diatur, sehingga tidak terjadi penumpukan antrean. Masyarakat yang memiliki kelebihan, bisa menyumbangkan beras dan disalurkan melalui MSB. Dengan demikian, hubungan sosial dan kesetiakawanan di masyarakat tumbuh,” kata Robby.
Fungsi perangkat MSB sebagai alat komunikasi akan terasa maksimal jika seluruh fasilitas yang ditanamkan pada engine berbasis IOT itu dimanfaatkan. Selain memiliki fasilitas wifi gratis, tablet berukuran 9,7 inc yang ditanam pada perangkat MSB juga sangat multifungsi.
Antara lain dapat digunakan untuk Video Call/Video tele conference antara warga ke pusat, layanan emergency call, Mitigasi Bencana Covid-19, monitoring wabah Covid 19 yang muncul di pelosok, hingga Treceability/pelacakan kasus ODP/PDP Covid 19) di masyarakat.
Alat ini pun berfungai sebagai Weather Forecast (cuaca), monitoring polusi udara, layanan pembelajaran jarak jauh, dan benteng pertahanan teritorial digital di pelosok.
“Sehingga manfaat MSB bisa dirasakan tidak hanya sekadar bank beras semata, tetapi juga sebagai alat komunikasi berbasis IOT. Dan diharapkan keberadaan MSB di masyarakat bisa ikut membantu penanggulangan dan pencegahan Covid-19,” kata dia.
(LIN)


