BANDUNG, FOKUSJabar.id: Milenial Muslim Bersatu (MBB) soasialisaikan antisipasi lewat video edukasi peran dalam membendung penyebaran radikalisme yang ditayangkan dalam youtube.
MBB sebagai organisasi non profit menginisiasi memberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme kepada generasi milenial, agar senantiasa berperan aktif dalam menjaga tatanan sosial sehingga tidak terpengaruh terhadap aksi yang dapat memecah belah kondisi bangsa.
Video edukasi tersebut menghadirkan beberapa Narasumber yang dianggap relevan. Diantaranya, Mantan Narapidana Teroris Kurniawan Widodo, Perwakilan NU Wawan Gunawan, Dosen Pendidikan Kewarganegaraan (ITB) Ridwan Fauzi, dan Pimpinan Redaksi Tasikraya.com, Faisal Akbar.
Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Pemkot Bandung Segera Hadirkan Bilik Disinfektan
Mantan Narapidana Teroris di Kota Bandung, Kurniawan menyampaikan, Radikalisme itu hadir ketika seseorang atau kelompok merasa dirinya paling benar dan menganggap kelompok yang lain itu togut (kafir).
“Maka dari itu jangan mudah fanatik terhadap suatu pemahaman apalagi pemahaman tersebut mudah mengkafirkan orang lain,” katanya dalam video Jumat (27/3/2020).
Sementara itu, Dosen Institut Teknologi Bandung, Ridwan Fauzi mengatakan, bahwa Radikalisme itu nyata dan ada melalui kajian tertutup.
“Bahwa keluarga adalah sumber pendidikan utama agar terbendungnya paham terorisme,” tuturnya.
Selain keluarga, menurut Pimpinan Redaksi TasikRaya.com Faisal Akbar menjelaskan, bahwa peran pemerintah, media dan masyarakat sangat penting.
“Pemerintah, media dan masyarakat sangat penting agar mampu membendung paham radikalisme khususnya agar tidak menimbulkan instabilitas nasional,” ucapnya. (As)


