Minggu 25 Oktober 2020

Bikin SIM C Hanya Rp 120 Ribu, Kalau Mahal Pasti Pakai Calo

BANJAR, FOKUSJabar.id: Masyarakat yang hendak membuat surat izin mengemudi (SIM) atau melakukan perpanjangan, diminta untuk tidak menggunakan jasa calo. Pasalnya, polisi menjamin saat ini proses pembuatan SIM lebih mudah dan biayanya terjangkau.

Biaya mengurus SIM sendiri juga jauh lebih murah, ketimbang menggunakan jasa calo.

Satlantas Polres Banjar  menyebut, tarif pembuatan SIM yang diberlakukan oleh pihak kepolisian sesuai dengan PP Nomor 60 Tahun 2016.

Biaya paling mahal yakni hanya Rp 120 ribu. Tarif ini diberlakukan untuk pembuatan SIM baru untuk kategori SIM A, B1 dan B2. Sementara untuk pembuatan SIM C (kendaraan roda dua), baik C1 (motor di atas 250 cc) maupun C2 (motor di atas 500 cc) tarifnya sebesar Rp 100 ribu.

Di Polres Banjar tarif lebih murah diterapkan untuk pembuatan SIM bagi kalangan difabel. Yakni SIM D, D1 maupun SKUKP. Tarifnya hanya Rp 50 ribu.

Meski demikian, ada tarif pembuatan SIM baru yang jauh lebih mahal dari jenis-jenis SIM tadi. Yakni SIM khusus yang bisa digunakan di berbagai negara, atau SIM Internasinal. Tarif pembuatannya dipatok sebesar Rp 250 ribu.

Tentu saja, tatif-tarif tadi belum termasuk biaya pemeriksaan kesehatan atau KIR dokter. Yang besarannya di tiap daerah berbeda-beda.

Sementara itu, untuk perpanjangan SIM kategori A, B1, dan B2 tarifnya ditetapkan sebesar Rp 80 ribu. Perpanjangan SIM kategori C, C1,C2 tarifnya Rp 75 ribu. Lalu untuk perpanjangan SIM kategori D, D1 tarifnya Rp 30 ribu. Dan perpanjangan SIM Internasional tarifnya Rp 220 ribu.

Syarat yang harus dipersiapkan untuk pembuatan SIM baru pun cukup mudah. Yakni hanya fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang nantinya digunakan untuk KIR dokter.

“Setelah KIR dokter, datang ke Satlantas mengisi blangko formulir, lalu ke bank untuk proses pembayaran, lalu didaftarkan. Usai daftar, foto, kemudian tes teori dan dilanjut tes lapangan,” katanya.

Namun jika sesi tes lapangan tidak lulus, maka pemohon diwajibkan untuk mengulang satu pekan kemudian. Tetapi jika dinyatakan lulus, maka berkas langsung dicetak. “Kalau lulus nanti langsung jadi, selama material blangko tersedia,” terangnya.

Sedangkan untuk perpanjangan SIM hanya membutuhkan fotokopi KTP dan SIM lama, tanpa melalui serangkaian tes. Kecuali, jika masa berlaku SIMnya sudah lewat.

”Kalau perpanjangan tidak melewati batas masa berlakunya berarti langsung tanpa tes. Tetapi jika melewati batas masa berlakunya maka harus mengawali proses baru lagi,” paparnya.

Dan untuk mengantisipasi adanya calo, Satlantas Polres Banjar sudah memberi imbauan kepada masyarakat. Bahkan beberapa banner sudah terpasang di setiap sudut Satlantas.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat, jika akan mengajukan SIM baik baru maupun perpanjangan agar tidak terpengaruh dengan calo. Meskipun sekarang ini sebagian masyarakat menginginkan hal yang instan tanpa melalui proses panjang.

“Kita mengharapkan masyarakat jangan mudah terpancing. Kita mengharapkan masyarakat bisa mengikuti, nanti di mana kelemahan dia (saat tes) nah mungkin dia bisa belajar di situ, dan kebanyakan di praktek. (husen maharaja/dar)

Artikel Lainnya

Partai Golkar Banjar bertekad jadi Pemenang Pemilu 2024

BANJAR,FOKUSJabar.id: Anggota DPR RI Dapil Jabar X, Agun Gunandjar...

Komisi I Berharap Mediasi Jadi Solusi Tukar Tanah

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Anggota Komisi I DPRD Jabar Yosa Octora mengatakan bahwa keluarga besar Bani Sarhapi mempunyai harapan dan keinginan agar jalur mediasi bisa menjadi solusi...

Polres Ciamis Selidiki Penyebab Ambruknya Atap Lantai Dua IGD RSUD

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis masih melakukan penyelidikan terkait ambruknya atap lantai dua ruang Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis. Waka Polres...

Loker ART Gaji Rp 367,6 Juta, Ada yang Mau?

INGGRIS,FOKUSJabar.id: Loker Asisten rumah tangga (ART) digaji 19.140 Poundsterling atau sebesar Rp 367,6 juta dengan kurs Rp 19.240.  Loker ART tersebut diumumkan oleh kerajaan...

Ruang Terbuka Publik di Pangandaran Diberi Nama “Paamprokan”

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (Emil) melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang terbuka publik di Pantai Barat Pangandaran, Jumat (23/10/2020). Emil memberi nama...

Peringatan Hari Santri Nasional di Ciamis Tidak Ada Acara Khusus

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober di Kabupaten Ciamis tidak ada pawai Ta,aruf  dan upacara santri mengkuti anjuran pemerintah pusat. Pj...

Sosialisasi Covid-19 di Pilkada Jadi Tantangan Pemkab Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sosialisasi Covid-19Covid-19 pada tahapan Pilkada Pangandaran 2020 yang belum maksimal menjadi tantangan tersendiri. Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Pangandaran Dani Ramdan mengatakan bahwa semua tahapan Pilkada...