Peduli Lingkungan, Massive Attack Garap Riset Emisi Karbon di Industri Musik

0
203
Ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Band Duo, Massive Attack, tengah menggarap satu studi untuk meneliti emisi karbon dalam kegiatan di industri musik.

Bekerja sama dengan Pusat Tyndall untuk Riset Perubahan Iklim, Massive Attack bermaksud untuk “memetakan jejak karbon ‘dalam satu putaran tur band.’

Riset ini akan berfokus pada pemetaan ranah pertunjukan musik mana yang paling banyak meninggalkan jejak karbon, transportasi penonton, perjalanan band, produksi, atau emisi di arena acara.

Melalui siaran pers, Massive Attack menjelaskan bahwa upaya pengurangan emisi selama ini hanya terbatas pada pembatasan karbon dan penanaman kembali hutan.

“Dalam konteks darurat, skema pembatasan dan kredit karbon sama sekali tak bermakna. Upaya itu tak mengurangi emisi karbon yang masuk atmosfer dan skema pembatasan tak bisa menanggulangi itu,” demikian pernyataan Massive Attack, seperti dilansir CNN, Jumat (29/11/2019).

Melanjutkan pernyataan mereka, Massive Attack menulis, “Bukti juga mengindikasikan efek samping negatif dari program-program tersebut bagi komunitas pribumi dan pinggiran. Pengurangan karbon tak berpengaruh dalam kondisi darurat iklim.”

Dalam tulisan opininya di The Guardian, Del Naja bahkan menyatakan bahwa Massive Attack sendiri sudah mulai berpikir untuk berhenti tur. Namun, ia menyadari bahwa upaya Massive Attack akan sia-sia jika hanya dilakukan sendiri.

“Untuk membuat perubahan sistem, tak ada pilihan lain di luar tindakan kolektif,” tulis Del Naja seperti dikutip Pitchfork.

Musisi lain, seperti Thom Yorke dan Brian Eno, juga meneken surat terbuka yang menjawab tudingan bahwa mereka munafik dalam menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan.

“Para jurnalis yang menyebut kami munafik, kalian benar. Tanpa perubahan sistematis, gaya hidup kita akan terus menyebabkan kerusakan ekologi dan iklim,” demikian bunyi surat terbuka yang juga ditandatangani oleh pentolan Talking Heads, David Byrne.

(Agung)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini