spot_img
Minggu 19 Mei 2024
spot_img
More

    Ketua KONI Jabar Tantang Penerima Beasiswa S2 Hadirkan Kemandirian Pembangunan Keolahragaan

    BANDUNG, FOKUSJabar.id : KONI Jawa Barat meminta insan olahraga berprestasi penerima Beasiswa Pendidikan S2 untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan keolahragaan di Jabar. Dengan demikian, pembangunan olahraga di Jabar pun punya kemandirian.

    Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin menuturkan, beasiswa pendidikan S2 diawali dengan niat memberikan jaminan masa depan bagi atlet dan insan olahraga saat keprestasian mereka sudah usai. Jaminan masa depan yang diberikan sendiri bukan dari sisi materi, uang atau harta, namun keilmuan yang sesuai dengan bidang yang digeluti sebelumnya.

    “Karena itu, kewajiban KONI untuk mempersiapkan hal itu dan salah satunya dengan memberikan beasiswa pendidikan,” ujar Ahmad saat ditemui di sela-sela penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Kerjasama antara KONI Jabar, UPI, STKIP Pasundan, dan Lapas Kelas 1 Sukamiskin di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (27/8/2019).

    Dari program beasiswa pendidikan bagi atlet dan insan olahraga tersebut, lanjut Ahmad, KONI Jabar berharap ada kontribusi yang diperoleh bagi kemajuan pembangunan olahraga di Jabar. Salah satunya, keberadaan sumber daya manusia (SDM) ahli di bidang olahraga dan bidang lain yang akan menggantikan jajaran kepengurusan di KONI Jabar, kepengurusan cabang olahraga hingga kjepengurusan KONI daerah.

    “Karena itu, kita sebar mereka di berbagai bidang keilmuan mulai kepelatihan, manajemen olahraga hingga bidang keilmuan lainnya,” tambahnya.

    Dengan kehadiran SDM keolahragaan yang ahli di bidang keilmuan keolahragaan dan bidang lainnya, diharapkan akan tercipta sebuah kemandirian dalam pembangunan keolahragaan di Jabar. Mulai dari sisi pengembangan prestasi olahraga, bisnis olahraga, hingga pengembangan menuju sport tourism.

    Ke depan, bagaimana pembangunan olahraga di Jabar ini memiliki usaha di bidang keolahragaan atau sport industry, memiliki sumber keilmuan untuk mengelola manajemen olahraga dari sisi keprestasian, dan memiliki partner tertentu yang mampu menghadirkan widsata dalam olahraga atau sport tourism.

    “Jadi dari sisi prestasi, bisnis dan tourism semua bisa hadir dalam pembangunan olahraga di Jabar. Mereka lah yang harus menjawabnya melalui pendidikan yang mereka jalani karena pendidikan S2 itu analisis dan implementasi. Substansinya disitu, ‘pisau’ analisis mereka bisa digunakan apalagi mereka dari awal sebagai pelaku olahraga,” tegasnya.

    (ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img