spot_img
Minggu 19 Mei 2024
spot_img
More

    Perangi Stunting dan Gizi Buruk, FFI Sebarkan Kebaikan Susu

    JAKARTA, FOKUSJabar.id: Hari susu sedunia/susu nusantara (World Milk Day) yang diperingati setiap 1 Juni di seluruh dunia semakin menegaskan pentingnya minum susu dalam kehidupan manusia.

    Di lain sisi, bulan Mei adalah bulan yang identik dengan pentingnya pendidikan. Susu lekat dengan label sebagai minuman kesehatan, kebugaran dan penuh gizi. Namun, manfaat susu terkadang masih belum tersampaikan dengan baik.

    Menyambut hari susu sedunia dan hari pendidikan, Frisian Flag Indonesia (FFI) menggandeng Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran serta berbagai sekolah dasar (SD) untuk menyebarkan manfaat susu melalui sosialisasi atau edukasi.

    “Tujuan FFI sebagai perusahaan adalah ‘Nourishing by Nature’ yang salah satu pilarnya adalah komitmen untuk memberikan gizi yang baik bagi anak-anak dan keluarga Indonesia,” kata Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro melalui rilisnya Jumat (3/5/2019).

    FFI pun berkomitmen untuk berperan aktif membantu pemerintah membangun keluarga kuat Indonesia salah satunya membantu memerangi stunting yang menyerang sebagian anak-anak Indonesia.

    Pihaknya membantu pemerintah memerangi stunting dengan penyebaran informasi bebasis ilmiah kepada mahasiswa, pemberian susu dan pembangunan fasilitas olahraga kepada anak-anak SD.

    Andrew mengaku bahwa masih banyak kendala yang ditemukan dalam mempopulerkan susu sebagai minuman sehat. Terlebih, kata dia, pada umumnya, pola makan sehari-hari orang Indonesia belum memenuhi gizi seimbang.

    Gizi seimbang diartikan sebagai ragam bahan makanan yang berkualitas, jumlah dan proporsi yang sesuai, sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

    Hasil studi South East Asian Nutrition Survei (SEANUTS) yang diinisiasi FrieslandCampina tahun 2012 terhadap 16 ribu anak usia 6-12 tahun menunjukkan bahwa anak-anak Indonesia mengalami berbagai permasalahan terkait kesehatan.

    “Persoalan itu, seperti gaya hidup kurang aktif, malnutrisi, kekurangan vitamin D serta gangguan pertumbuhan fisik atau stunting,” kata Andrew.

    Data BPS tahun 2017, konsumsi masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter per kapita per tahun dari targat 29 liter per kapita per tahun. Ini menjadi yang terendah di Asia Tenggara.

    Brunai Darussalam mencapai 129.1 liter, Malaysia 50.9 liter, Singapura 46.1 liter, Indonesia bahkan masih jauh dari Vietnam yang tingkat konsumsi mencapai 20.1 liter susu per kapita per tahun.

    Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Prof. Husmy Yurmiati mengungkapkan, dalam menu masyarakat modern, susu menjadi minuman yang wajib ada dalam kehidupan manusia sehari-hari.

    Hal ini tercermin dari berbagai aturan makan yang dianjurkan pemerintah di berbagai belahan dunia.

    “Di Amerika ada My Plate, di Indonesia dulu ada empat sehat lima sempurna yang disempurnakan dengan pedoman gizi seimbang,” kata Husmy.

    Pengetahuan akan pentingnya susu, kata dia, bahkan sudah dimulai saat manusia mulai beralih dari berburu ke bertani. Artinya, kehidupan manusia berkaitan erat dengan konsumsi susu.

    “Mitos seputar susu harus dihilangkan lewat praktik minum susu disertai riset tentang perilaku minum susu. Pemahaman gizi yang keliru ini akan mengakibatkan tidak terpenuhinya asupan gizi sesuai dengan kebutuhan. Padahal susu salah satu asupan gizi yang memenuhi segala kebutuhan tubuh,” tutur dia.

    Dengan meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap susu akan menciptakan domino efek yang baik terhadap industri. Produksi susu nasional yang baru bisa mencukupi 20 persen kebutuhan pasar bisa semakin ditingkatkan karena adanya permintaan nyata dari masyarakat,” jelas dia.

    Untuk diketahui, rangkaian acara ini sukses menjangkau 14 SD yang tersebar di Bandung, Sumedang, Lembang, Pengalengan, Malang, dan Pasuruan.

    Dalam acara ini, pendidikan mengenai pentingnya kebiasaan minum susu setiap hari dan berolahraga secara teratur disampaikan kepada lebih dari 5 ribu siswa SD.

    (LIN)

    Berita Terbaru

    spot_img