spot_imgspot_img
Senin 22 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

DPRD Jabar: Tim Saber Hoax Tidak Penting

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kalangan DPRD Provinsi Jawa Barat menilai rencana pembentukan Tim Sapu Bersih (Saber) Hoax oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak penting.

“Program Saber Hoax itu tidak penting dibanding dengan program kesejahteraan masyarakat Jabar saat ini,” kata Ketua Komisi I DPRD Jabar Syahrir di Bandung, Minggu (2/12/2018).

Idealnya, kata Syahrir, Pemprov lebih mengutamakan program kesejahteraan dibandingkan membentuk program Saber Hoax.

” Saya berharap Pemprov bisa lebih mengedepankan program-program kesejahteraan rakyatnya agar bisa menikmati pembangunan dan peningkatan  ekonomi,” kata dia.

Terlebih menurutnya, masyarakat sudah bisa menilai berita dan cenderung lebih kritis terhadap informasi yang beredar, sehingga kurang efektif jika dibentuk Saber Hoax.

Syahrir menambahkan, masyarakat Jawa Barat memiliki inisiatif yang tinggi untuk menyaring informasi.  Saat menerima isu yang diragukan kebenarannya, maka tidak serta merta percaya begitu saja.

“Karena saat ini masyarakat memiliki kepedulian tinggi terhadap isu-isu tak benar,” tegas dia.

Dia mencontohkan pelaksanaan Pilkada 2018 yang berlangsung kondusif, bahkan tak ada satu pun kejadian yang meresahkan masyarakat.

“Isu-isu saat Pilkada banyak sekali, tapi masyarakat nggak terpengaruh,” kata dia.

Menurut dia, yang harus diutamakan adalah mendongkrak ekonomi masyarakat, seperti mencari jalan keluar agar petani dan nelayan bisa meningkatkan hasil produksinya.

“Dimana angka bahan sembako masih banyak yang import. Mari kita bangun Jawa Barat yang kondusif dan berkeadilan dan makmur,” ucap dia.

Saat ini, kata dia, Pemprov Jabar lebih baik fokus menjalani tugas-tugas menjelang akhir tahun 2019. Misalnya mengenai peraturan daerah untuk kesejahteraan juga penghapusan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah (Bakorwil).

“Ada empat Bakorwil yang harus kami perhatikan dan pendistribusian tenaga ASN-nya yang berkeadilan penempatannya,” tutur Syahrir.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menyebut bahwa Tim Saber Hoax merupakan kebutuhah, seiring derasnya informasi yang diterima masyarakat. Tugas tim ini, yaitu memverifikasi informasi yang beredar.

Namun, apabila dapat menganggangu keamanan dan kondusifitas bisa dilanjutkan ke ranah hukum melalui lembaga.

“Karena itu, daripada hanya defensif, jadi korban, maka harus proaktif.  Maka dibentuk tim taktis Jabar Saber Hoax,” kata Emil di Kantor DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (29/11) lalu.

Seperti diketahui, Emil  sempat mengunggah mengenai rencananya ini lewat akun sosial media Instagram pribadinya @ridwankamil, Kamis (29/11). Dalam unggahannya, Ridwan memasang poster bertuliskan Jabar Saber Hoax.

“Coming soon to make Jabar a better and peaceful places. Agar Jabar tercinta selalu damai dan kondusif selalu #HantamHoax, ” tulis dia.

(AS/LIN)

spot_img

Berita Terbaru