BANDUNG, FOKUSJabar.id : Untuk meningkatkan kesejahteraan para guru, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) memiliki rencana program rumah.
“ Kita ada rencana program rumah buat para guru dalam bentuk rusun. Sedang kita siapkan yang bekerjasama dengan daerah,” ungkap Emil.
Emil menyebut, untuk meningkatkan kesehateraan para guru termasuk guru honorer tidak hanya bisa mengandalkan APBD. Artinya, perlu ada kerjasama dengan pihak lain.
“ Pada dasarnya peningkatan kesejahteraan guru ini nggak bisa semata-mata hanya APBD. Kalau semua berharap dari APBD, ya uangnya itu habis hanya untuk membayar honor,” ucap Emil.
Selain itu, perlu ada standardisasi kompetensi para guru honorer. Dengan begitu diharapkan pada 2019 nanti kesejahteraan guru honorer bisa meningkat.
“ Untuk menjadi guru honorer sering kali ada standar-standar atau seleksi yang berbeda-beda. Nah, itulah yang menurut saya sumber masalah, sehingga kompetensinya akhirnya tidak seragam, jumlahnya juga tidak seragam,” tutur Emil.
“ Mudah-mudahan dengan perbaikan di 2019 kita bisa meningkatkan kesejahteraan guru honorer lebih maksimal,” tambahnya.
Terkait dengan dunia pendidikan, Provinsi Jawa Barat mempunyai program perubahan kurikulum SMK. Kurikulum SMK nantinya akan lebih kepada penerapan ekonomi digital. Selain itu, ada pula program kerjasama dengan industri. Diharapan melalui program tersebut lulusan SMK di Jawa Barat akan bisa diserap secara langsung oleh industri.
“ Kemarin melalui Astra Group juga misalkan, kita sedang membahas nanti asetnya milik provinsi sementara kurikulumnya bisa ditambahi, disempurnakan oleh industri, sehingga setelah lulus mereka bisa langsung diserap,” pungkas Emil.
(Bam’s)



