GARUT, FOKUSJabar.id : Sekretaris Komisi A DPRD Garut, Dadang Sudrajat saban tahun terus menjaga tradisi berkurban di Daerah Pemilihan (Dapil) 4.
Idul Adha 1439 H (2018), memotong satu ekor Sapi dan tiga ekor Domba di Kampung Harempoy dan Gandok, Desa Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, Rabu (22/8/2018).
BACA JUGA:
Sekolah Sungai Cimanuk Bakal Tanam 500 Pohon di Hari Bumi Sedunia
” Pemotongan hewan kurban di lakukan di Dapil 4. Dagingnya akan di bagikan kepada warga sekitar. Termasuk masyarakat miskin lainnya,” sebut Legislator Partai Demokrat ini.
Menurut Dadang, Idul Adha sebagai cerminan kader Partai Demokrat yang selalu siap berkorban untuk masyarakat. Rela berkorban sambung dia harus dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuh kembangkan semangat rela berkorban dapat di lakukan dengan berbagai cara. Misalnya, keteladanan memberikan bimbingan dan pembinaan kesadaran dalam kerelaan berkorban.
” Semangat berkurban ini sangat penting. Kita juga bersedia berkorban untuk masyarakat yang lebih luas,” ucapnya.
Sikap rela berkorban adalah sikap yang mencerminkan adanya kesediaan dan keikhlasan dalam memberikan sesuatu yang dimiliki untuk orang lain.
Definisi rela berkorban, bersedia dengan ikhlas, senang hati tanpa mengharapkan imbalan apapun. Makna yang terkandung dalam pengertian tersebut, untuk mencapai suatu kemajuan, keserasian, keselarasan dan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat.
“ Berkurban untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sesama manusia, memupuk keikhlasan, kejujuran dan kesabaran, menucikan jiwa, membersihkan kotoran yang ada pada hati kita dan untuk memperkuat keteguhan hati serta jiwa,” pungkas Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Garut.
(Andian/Bam’s)


