spot_imgspot_img
Selasa 2 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Akhir Mei Akses Menuju BIJB Berfungsi Penuh

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Progres pengerjaan aksebilitas menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) terus di kebut seiring akan beroperasinya bandara yang ada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka tersebut.

Hingga April 2018 ini, pembangunan fisik jalan akses non tol sudah lebih dari 50 persen.

BACA JUGA:

Kadin Garut Rekrut Aktivis Antikorupsi, Pastikan Iklim Usaha Bersih dan Transparan

Demikian di ungkapkan Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik di Majalengka, Jumat (20/4/2018).

“Kami berharap bulan depan sudah bisa di fungsikan” kata dia.

Pembangunan fisik aksebilitas non-tol sepanjang 1, 8 kilometer dengan lebar 50 meter itu di lakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pengerjaan fisik di lakukan setelah 24 hektar lahan yang di butuhkan  selesai di bebaskan pada Desember 2017 oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lahan ini juga berdiri di atas bidang milik Pemprov Jabar.

Akses bukan tol ini menurut Dedi cukup vital karena akan menjadi penghubung langsung jalur arteri Kabupaten Majalengka menuju lokasi bandara.

Akses ini lokasinya berjarak sekitar empat kilometer dari gerbang tol (GT) Kertajati.

“Akses non-tol adalah akses utama karena itu menjadi akses yang di butuhkan untuk aksesibilitas” ungkapnya.

Kaitan dengan aksebilitas menuju Bandara Kertajati ini, integrasi juga akan terhubung dengan Tol Cipali.

Saat ini Pemprov Jabar masih melakukan pembebasan lahan untuk kebutuhan jalan sepanjang 2,4 kilometer. Keberadaannya akan terhubung langsung dengan interchange di kilometer 157 Tol Cipali. Di perkirakan fisik pembangunan tol tersebut di mulai 2019 sejalan dengan rampungnya Tol Cisumdawu.

Integrasi Transportasi Umum

Sebelum jalur kereta api terintegrasi dengan Bandara Kertajati, aksebilitas transportasi berbasis jalan raya juga sedang di persiapkan Dishub Jabar.

Sejauh ini akses menuju Kertajati baru satu yang di persiapkan, yakni Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Bandung ke Indramayu atau sebaliknya.

Rute itu menempuh Bandung-Sumedang-Kadipaten-Kertajati-Indramayu.

Untuk menambah fasilitas angkutan ke Kertajati dari Bandung dan Cirebon, rute anyar di persiapkan dengan transportasi Antar Jemput Dalam Provinsi (AJDP).

“Rutenya sementara ini (Bandung dan Cirebon) bisa memakai Tol Purbaleunyi dan Tol Cipali,” terang dia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, titik point baru sebagai intarmoda transportasi saat ini sedang di siapkan Dishub Jabar untuk memudahkan masyarakat di kabupaten/kota lainnya di Jawa Barat menjangkau Kertajati secara langsung.

Titik itu nantinya akan atraktif melayani kebutuhan angkutan darat menggunakan transportasi berbasis bus.

BACA JUGA:

Lapas Kelas IIB Tasikmalaya Gelar Razia Gabungan Bersama Forkopimda

“Jadi masyarkat yang menuju Kertajati akan mudah lagi mengakses transportasi berbasis jalan raya. itu yang kami lakukan. Integrasi intermodanya antara terminal bus dan kita sedang rencanakan yang akan menghubungkan Kertajati dengan terminal lainnya,” kata dia.

Dedi berharap, keberadaan bandara ini bisa menjadi pembuka usaha baru di bidang transportasi bagi pihak swasta.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru