spot_imgspot_img
Senin 6 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7592

Gomez Bicara Kualitas Pemain Muda Persib

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0 pada pertandingan kontra Mitra Kukar di Stadion Gelora Bandung Lutan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

Pada laga tersebut, Persib menurunkan empat pemain muda di lini pertahanan, pasalnya Bojan Malisic pada menit 58 harus ditarik keluar karena mengalami pendarahan di bagian hidung.

Pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez mengatakan, pemain muda yang diturunkan pada laga tersebut bermain cukup bagus.

“Performa mereka bagus tapi hari-hari ke depan mereka masih harus terus meningkatkan kualitas, karena mereka masih muda dan ini baru satu pertandingan,” kata Gomez, Selasa (10/4/2018).

Pelatih asal Argentina ini menambahkan, dengan adanya pemain muda berkualitas, membuat timnya memiliki banyak stok pemain. Sehingga saat ada pemainnya yang absen, pihaknya tidak merasa khawatir.

“Ini bagus karena kita semakin banyak opsi di lini belakang dan mereka harus ingat bahwa jalan kita masih panjang,” jelas Gomez.

(Arif/LIN)

Setelah Tampil di Liga 1 Persib Kembali Berujicoba

0
ilsutrasi (Web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung menghadapi Persib U-19 di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (10/4/2018) pada pertandingan uji coba seusai menghadapi Mitra Kukar dilaga kandang Liga 1 2018, Minggu (8/4/2018).

Pada pertandingan uji coba yang berakhir untuk kemenangan Persib dengan skor 4-1 ini, Maung Bandung menurunan mayoritas pemain yang tidak tampil pada pertandingan kontra Mitra Kukar.

Pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez menuturkan, pihaknya sengaja menurunkan pemain yang tidak tampil pada pertandingan menghadapi Mitra Kukar agar semua pemainnya merasakan atmosfer laga dan sentuhan bola.

“Kami harus bermain sepak bola, ini penting untuk pemain yang tidak bermain minggu kemarin dan mereka butuh kesempatan untuk bermain,” kata Gomez di Stadion Arcamanik.

Gomez menambahkan, satu pekan minimal anak asuhnya harus merasakan atmosfer pertandingan. Sehingga, pemain yang tidak tampil dilaga resmi mendapatkan kesempatan bermain dipertandingan uji coba.

“Setiap pekan pemain butuh ajang untuk bermain sepak bola,” jelas mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini.

(Arif/LIN)

Langgar Perwal PPDB Kota Bandung, Sanksi Menunggu

0
garut fokusjabar.id
PPDB (Ilustrasi/NET)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Bandung Muhammad Solihin menegaskan, proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jengjang TK, SD, dan SMP pada tahun 2018 harus berjalan lancar. Keberadaan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait pelaksanan PPDB di Kota Bandung harus ditaati semua pihak terkait.

“Semua pihak harus menaati Perwal itu. Kami tidak segan memberikan sanksi menengah hingga berat bagi para pelanggara aturan.  Termasuk bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung sesuai dengan undang-undang ASN yang berlaku bila diketahui melakukan intervensi terlalu jauh dalam proses PPDB 2018,” kata Solihin saat ditemui di sela acara sosialisasi Perwal Kota Bandung dan Petunjuk Teknis PPDB Tahun 2018 di Grand Asrilia Hotel, Jalan Pelajar Pejuang Kota Bandung, Selasa (10/4/2018).

Dia meminta para pejabat di lingkungan Pemkot Bandung maupun pihak terkait lainnya untuk mematuhi aturan yang sudah ada dan tidak ikut interversi terhadap kebijakan yang sudah ditetapkan dalam bentuk Perwal. Hal ini penting agar pelaksanaan PPDB di Kota Bandung tahun 2018 berjalan lancar.

“Semua harus sesuai dengan norma yang telah diatur, mulai dari ketentuan perundang-undangan, peraturan pemerintah, sampai Perwal,” tegas dia.

Terkait data jumlah masyarakat miskin di Kota Bandung, Solihin mengaku jika pihaknya telah meminta Dinas Sosial Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung untuk merumuskan data jumlah pasti masyarakat miskin di Kota Bandung berdasarkan by name by adress sejak sebulan lalu. Pasalnya, data masyarakat miskin yang dimiliki Dinsosnangkis Kota Bandung dinilai belum valid sehingga tidak dapat dijadikan acuan siswa Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP) di PPBD 2018 ini.

(Ageng/LIN)

Gomez: Arema Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata

0
Soal Curhatan di Instagram ini Kata Gomez. (FOKUSJabar/Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung langsung fokus menatap pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018 menghdapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

Pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez menuturkan, dirinya sempat melihat pertandingan Arema FC menghadapi Borneo FC.  Menurutnya, meski tim berjuluk Singo Edan kalah dengan skor 2-1, namun mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Kami menyaksikan tadi malam Arema baru kalah dengan skor 2-1 dan di Minggu nanti akan jadi laga yang sulit bagi kami,” kata Gomez di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (10/4/2018).

Mantan pelatih Johor Darul Ta’zim (JDT) ini mengingatkan anak asuhnya untuk bekerjakeras pada pertandingan nanti, pasalnya Arema dipastikan akan tampil maksimal untuk mengamankan poin penuh di kandang.

“Laga ini akan sulit bagi kami dan juga untuk mereka. Karena mereka ingin menang dan kita juga sama-sama ingin menang di tandang,” jelasnya.

Persib memiliki modal positif setelah sebelumnya meraih kemenangan atas Mitra Kukar dengan skor 2-0 pada pertandingan kandang di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

 

(Arif/LIN)

Lawan Arema, Persib Belum Pasti Turunkan Igbonefo 

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pekan keempat kompetisi Liga 1 2018, tim Persib Bandung akan menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).
Pada laga tersebut, Pelatih Persib Roberto Carlos Mario Gomez belum memastikan akan menurunkan Victor Igbonefo, karena pemain naturalisasi tersebut kondisinya masih terus dipantau setelah mengalami cedera lutut.
“Belum tahu, karena saya masih harus berbicara dengannya. Pekan lalu kami sudah berbicara dan dia butuh 15-20 hari untuk pemulihan,” kata Gomez di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (10/4/2018).
Saat uji coba menghadapi Persib U-19 di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (10/4/2018), Igbonfo diturunkan oleh Gomez. Namun itu tidak menjadi jaminan Gomez akan menurunkan pemain bernomor punggung 32 itu saat melawan Arema nanti.
“Mungkin hari ini dia sudah bisa bermain bagus, tapi saya belum bisa memastikan dan harus bicara lagi dengan dia,” jelasnya.
(Arif/LIN)

Dedi Mulyadi: Kontrol dari Aparat Pemerintah Cara Efektif Tekan Peredaran Miras

0
Cawagub Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi saat diwawancarai (foto LIN)
Cawagub Jabar nomor urut 4 Dedi Mulyadi saat diwawancarai (foto LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kontrol dari aparat pemerintah adalah salah satu cara efektif untuk menekan peredaran minuman keras (Miras). Jika fungsi kontrol itu tidak berjalan, maka aparat yang bersangkutan dipotong honornya. Demikian dikatakan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Dedi Mulyadi menanggapi Miras Oplosan yang menelan banyak korban baru-baru ini.

“Kontrol dan penindakannya harus berjalan dan tegas. Ada sanksi misalnya, kalau di sebuah daerah, seperti desa ada penjualan miras dan ada korban, aparat potong tunjangannya,” kata Dedi di Bandung, Selasa (10/4/2018).

Dedi mengatakan bahwa kebijakan seperti itu pernah diterapkannya di Purwakarta saat dirinya menjabat Bupati. Dia mengklaim bahwa kebijakan itu efektif menekan peredaran dan konsumsi Miras di tengah masyarakat.

Aparat pemerintah harus mendatangi setiap anak yang berkumpul dan diduga sedang minum minuman beralkohol, jika mamang sedang mabuk-mabukan, anak tersebut bisa dibina dan minumannya dimusnahkan.

“Kaitannya dengan kejadian di Kabupaten Bandung, ini adalah bencana, tragedi kemanusiaan. Bencana kemanusiaan akibat manusia tidak hapal dengan dirinya sendiri,” kata dia.

Menurut dia, selain pencegahan pun sanksi tegas harus diberikan kepada para penjual miras. Caranya, mengusir si penjual dan tidak boleh beraktivitas di lingkungan sekitar. Penjual dikasih sanksi sosial.

“Diusir nggak boleh jualan di situ lagi. Pokoknya, siapapun yang menjual miras, harus ditutup. Saya waktu jadi bupati melakukan itu. Hasilnya berkurang. Sekarang di Purwakarta banyak lagi. Sebabnya karena tidak ada sikap tegas. Maka dari itu, saya imbau kepada pemangku kebijakan harus tegas,” pungkasnya.

(LIN)

Deddy Mizwar: Miras Adalah Muara Kemaksiatan

0
Deddy Mizwar: Harus Ada Antisipasi Redam Faham Radikal. (FOKUSJabar/LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar (Demiz) menyebut bahwa minuman keras (Miras) sebagai muara dari berbagai kemaksiatan. Demikian disampaikan Demiz menanggapi kasus keracunan yang menelan banyak korban diduga akibat Miras oplosan di Kabupaten Bandung.

“Miras ini bahaya. (masuk kategori) ancaman seperti masalah porno, paham radikal, narkotika atau seks bebas. Miras juga mengurangi kesadaran, kalau kesadaran berkurang, kemaksiatan bisa dilakukan. Mabuk itu ibarat ibu kemaksiatan,” kata dia di Bandung, Selasa (10/4/2018).

Menurut dia, berbagai pihak,seperti pemerintah, lembaga penegak hukum, masyarakat dan tokoh agama harus ikut turun tangan mengatasi peredaran Miras yang kerap disalahgunakan oleh anak muda. Tidak hanya itu, adanya kasus tersebut pun secara tidak langsung menegaskan bahwa keberadaan lembaga pendidikan berbasis agama, seperti pesantren sangat penting di tengah masyarakat.

Pemerintah daerah pun harus punya peraturan yang mengatur tentang peredaran Miras.

(LIN)