BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung menggelar latihan perdana untuk musim 2026/2027 di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung, Sabtu (11/7/2026).
Sesi latihan perdana ini di pimpin langsung pelatih baru skuad Maung Bandung, Igor Tolic, bersama asisten pelatih yang baru bergabung Zlatko Runje dan Karlo Reinholz.
Wajah-wajah baru tampak terlihat pada sesi latihan tersebut. Di antaranya, Luka Menalo, Gabriel Mutombo, Balsa Sekulic serta pemain yang sebelumnya di pinjamkan.
Igor Tolic mengatakan, pada sesi latihan perdana tersebut anak asuhnya masih mendapatkan program dengan intensitas ringan, lantaran mereka baru bergabung kembali usai liburan.
“Ya ini adalah latihan perdana, ini hanya pengenalan dengan penjelsan mengenai prinsi sepakbola yang akan diterapkan di pertandingan. Dan Karlo memberikan pemain materi latihan fisik untuk bisa menjalani permainan,” ucapnya.
“Pada dasarnya sesi latihan ini hanya sama saja. Prinsip sepakbola di pertandingan dan saya berharap kami bisa langsung melakukan persiapan,” jelasnya.
Lebih lanjut Igor Tolic mengatakan, skuad Maung Bandung harus langsung fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi musim 2026/2027, karena ada banyak agenda pertandingan menanti.
Agenda terdekat yang akan dilakoni skuad Maung Bandung yakni Piala Presiden 2026 yang akan berlangsung pada 25 Juli mendatang.
“Kami harus bersiap untuk Piala Presiden di tanggal 25. Jadi kami akan bekerja sepanjang pekan, pekan ini dan di pekan depan,” ujarnya.
Persib harus mematangkan persiapan, agar pemain bisa mengenal karakter permainan satu dengan lainnya. Sehingga, pada pertandingan nanti bisa tampil maksimal.
“Kami mulai bekerja supaya para pemain mulai mengenal satu sama lain, bagaimana full back bisa mengenal winger, bagaimana bola-bola yang mereka inginkan, apakah rekan setimnya itu berkaki kiri atau kanan,” ungkapnya.
“Bagaimana kombinasi yang ingin mereka inginkan. Kami juga harus cepat karena kini pertandingan akan segera tiba,” tegasnya.
Ketfot: Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Langkah memperkuat identitas budaya Kabupaten Ciamis kembali menorehkan sejarah baru lewat lahirnya Motif Batik Cakra Galuh. Prameswari Galuh memperkenalkan secara resmi mahakarya ini dalam gelaran bertajuk Sekar Cakra Galuh Rahayu di Bale Reka Paminton, Sabtu malam (11/7/2026).
Peluncuran motif batik tersebut menjadi bukti nyata dalam menghadirkan warisan luhur Galuh ke bentuk karya kreatif. Kain ini tidak hanya menyuguhkan nilai estetika yang memukau, melainkan juga mengunci filosofi sejarah kuat sebagai identitas pembeda Kabupaten Ciamis.
Malam peluncuran tersebut menyedot perhatian banyak pihak. Mulai dari jajaran pemerintah daerah, budayawan, akademisi, pelaku ekonomi kreatif, hingga komunitas budaya hadir memberikan apresiasi tinggi atas lahirnya motif batik yang berakar pada peninggalan Kerajaan Galuh ini.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, menilai Batik Cakra Galuh mengantongi potensi raksasa untuk menjelma sebagai ikon budaya baru sekaligus mendongkrak promosi pariwisata daerah.
Menurut Endang, tren pariwisata masa kini tidak lagi melulu bertumpu pada pesona destinasi alam. Namun juda pada kekuatan narasi kekayaan budaya yang memiliki latar sejarah dan karakter kuat.
“Motif Batik Cakra Galuh bukan hanya menghadirkan karya seni, tetapi juga menjadi identitas yang merepresentasikan sejarah dan filosofi masyarakat Galuh. Ini merupakan aset budaya yang patut terus dikenalkan kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Media Diplomasi Budaya
Ia menambahkan, kain batik mampu menjadi media diplomasi budaya yang sangat efektif untuk menanamkan jati diri daerah kepada generasi muda maupun pelancong. Lewat strategi ini, setiap helai kain tidak cuma mendatangkan nilai ekonomi, tetapi juga memikul misi mengenalkan peradaban Galuh kepada dunia.
Endang berharap kolaborasi solid antara pemerintah, komunitas adat, akademisi, serta pelaku UMKM mampu mendorong Batik Cakra Galuh menjadi produk unggulan yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional.
Pada kesempatan yang sama, Pendiri Prameswari Galuh sekaligus pemilik Arimbi Wedding Panawangan, Mia Sumiari Dewi, membeberkan asal-usul ide pembuatan batik tersebut. Ia menjelaskan bahwa motif Cakra Galuh lahir dari inspirasi simbol Kembang Cakra atau Cakra Rahayu Kancana yang terukir pada prasasti peninggalan Prabu Niskala Wastu Kancana di Situs Astana Gede Kawali.
Melalui batik ini, Mia ingin menciptakan media pelestarian sejarah yang hidup. Tujuannya untuk menyampaikan pesan-pesan luhur dari nenek moyang kepada generasi masa kini.
“Motif Batik Cakra Galuh lahir bukan sekadar sebagai karya seni, tetapi sebagai media untuk menyampaikan nilai-nilai luhur warisan Galuh agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tegas Mia.
Ia menjabarkan, motif ini membawa filosofi kedatukan Tri Tangtu yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Kreator menuangkan nilai-nilai sakral tersebut ke dalam elemen visual seperti titik, lingkaran dan garis. Hngga elemen tunas bunga yang melambangkan harmoni kehidupan dan harapan masa depan.
Memperkuat Edukasi Budaya
Demi memperkuat edukasi budaya, produsen menyertakan lembar penjelasan filosofi motif pada setiap produk Batik Cakra Galuh. Langkah ini bertujuan agar konsumen tidak sekadar mengenakannya sebagai busana, tetapi juga meresapi pesan sejarah di dalamnya.
Selain memproduksi kain menggunakan teknik batik cap tradisional, pengelola juga mengembangkan teknik printing yang berpadu dengan guratan tinta prada emas. Inovasi visual ini sengaja menyasar pasar yang lebih luas, khususnya kawula muda yang menyukai kesan modern namun tetap elegan.
Mia menggantungkan harapan besar agar Batik Cakra Galuh mampu memperluas peluang ekonomi bagi para perajin lokal. Sekaligus menghidupkan industri kreatif di Tatar Galuh.
“Harapan kami, Batik Cakra Galuh dapat menjadi duta budaya Tanah Galuh yang membawa pesan harmoni dan sejarah. Terlebih menjadi kebanggaan daerah hingga dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Ketfot: Barber Desile, Hasil Pelatihan Dinsos Ciamis Layani Warga dengan Seikhlasnya
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis menelurkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang unik bernama Barber Desile. Layanan pangkas rambut ini lahir dari rahim program pelatihan keterampilan bagi warga binaan sosial.
Menariknya, layanan pangkas rambut ini mengusung konsep bayar seikhlasnya. Sistem pembayaran ini membuat seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati jasa potong rambut yang rapi sesuai dengan kemampuan kantong masing-masing.
Kehadiran Barber Desile menjadi bukti sahih bahwa pelatihan dari Dinsos Ciamis tidak sekadar mandek di ruang kelas. Instansi ini melanjutkan program tersebut menjadi wadah praktik nyata sekaligus peluang usaha bagi para peserta yang telah mengantongi bekal keterampilan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Ihsan Rasyad, menjelaskan bahwa Barber Desile merupakan bagian dari strategi besar untuk mengubah pola pelayanan sosial. Dinsos Ciamis ingin bermutasi, dari yang semula sekadar membagikan bantuan sosial kini berfokus membangun kemandirian masyarakat melalui keterampilan produktif.
“Selama ini Dinas Sosial identik dengan bantuan sosial. Padahal, kami juga ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan. Barber Desile menjadi salah satu wujud nyata dari program pemberdayaan tersebut,” ujar Ihsan.
Kadinsos menyampaikan, Barber Desile mengambil tempat di lingkungan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Ciamis. Lokasi ini sengaja menjadi ruang praktik mandiri bagi para peserta yang telah menuntaskan masa pelatihan mereka.
“Masyarakat juga bisa langsung datang untuk memanfaatkan layanannya dengan konsep bayar seikhlasnya,” tutur Ihsan Rasyad.
Konsep Bayar Seikhlasnya
Ia menjabarkan, pihak pengelola sengaja memilih konsep bayar seikhlasnya agar layanan ini ramah bagi dompet masyarakat luas. Di sisi lain, sistem ini juga menjadi media bagi para lulusan pelatihan untuk terus mengasah kemahiran mereka dalam melayani pelanggan dengan jam terbang tinggi.
Menurut Ihsan, Pemerintah memilih keterampilan memotong rambut karena melihat prospek usaha ini sangat menjanjikan dan berkelanjutan. Kebutuhan masyarakat terhadap jasa pangkas rambut tidak akan pernah mati, sehingga peluang alumni untuk membuka usaha mandiri di rumah masing-masing terbuka lebar.
“Usaha pangkas rambut akan terus masyarakat butuhkan. Harapan kami, setelah mendapatkan pengalaman di Barber Desile, mereka semakin percaya diri untuk membuka usaha sendiri dan mampu meningkatkan taraf hidupnya,” katanya optimistis.
Melalui Barber Desile, Dinas Sosial Kabupaten Ciamis ingin membuktikan bahwa program pemberdayaan masyarakat mampu membuahkan dampak besar lewat cara-cara yang sederhana.
Selain menyediakan layanan potong rambut yang ramah kantong lewat tarif sukarela, program ini sukses menjadi jembatan bagi para peserta pelatihan untuk mendulang pengalaman kerja sekaligus memupuk kemandirian ekonomi masa depan.
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Menikmati suasana malam di Kabupaten Ciamis kini tidak lagi sebatas berburu kuliner malam semata. Sejumlah kafe yang mengusung konsep live music mulai menjelma menjadi destinasi favorit masyarakat untuk bersantai, menyeruput secangkir kopi hangat, sekaligus menikmati alunan melodi yang mencairkan suasana. Setiap akhir pekan tiba, tempat-tempat ini hampir selalu panen pengunjung.
Selain menjadi magnet berkumpulnya keluarga, pasangan, maupun sahabat, kehadiran panggung live music ini juga membuka ruang kreatif bagi para musisi lokal untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka.
Bagi Anda yang ingin menghabiskan malam Minggu dengan atmosfer yang berbeda, berikut enam spot nongkrong dengan fasilitas live music yang wajib Anda kunjungi di Kabupaten Ciamis:
1. Doi Cafe Coffee & Kitchen
Berlokasi di Jalan Pajajaran, Lingkungan Janggala, Doi Cafe Coffee & Kitchen menawarkan suasana hangat dengan sentuhan arsitektur klasik modern. Setiap akhir pekan, pertunjukan musik langsung siap menghibur para pengunjung yang tengah menikmati aneka racikan kopi, makanan berat, hingga camilan ringan.
Doi Cafe Coffee & Kitchen
2. Hollow Space Cafe
Mengambil tempat di Jalan Koperasi Nomor 11, Hollow Space Cafe sukses memikat hati para anak muda Ciamis. Pengelola memadukan konsep industrial modern dengan pertunjukan musik akustik yang syahdu untuk menghadirkan atmosfer santai dan estetik, sangat cocok untuk melepas penat pasca-aktivitas seharian.
Hollow Space Cafe
3. Podjok Stasiun Cafe
Bagi Anda yang mendambakan sensasi unik, Podjok Stasiun Cafe menawarkan latar tempat yang tidak biasa di kawasan Stasiun Ciamis. Alunan musik akustik yang berpadu dengan pemandangan kereta api yang melintas menciptakan pengalaman nongkrong yang khas dan jarang Anda temukan di tempat lain.
Podjok Stasiun Cafe
4. Markas Cafe
Terletak strategis di Jalan Ir. H. Juanda Nomor 141, Markas Cafe menjadi salah satu episentrum berkumpulnya kawula muda Ciamis. Terlebih agenda live music yang bergulir rutin setiap akhir pekan sukses membuat suasana kafe ini selalu riuh dan ramai oleh pengunjung.
Markas Cafe
5. Angkringan Soearti
Mengusung konsep angkringan modern dengan patokan harga yang ramah di kantong, Angkringan Soearti memanjakan para pencinta suasana santai. Perpaduan kuliner tradisional, seduhan kopi, dan musik akustik membuat tempat ini selalu padat, khususnya pada malam Sabtu dan malam Minggu.
Angkringan Soearti
6. QR Studio – Music on The Street
Mengambil lokasi di bawah tangga Taman Raflesia dan area food court Alun-Alun Ciamis, QR Studio menyuguhkan konsep Music on The Street. Mereka menggelar pertunjukan musik langsung di ruang terbuka setiap sore menjelang malam. Alunan lagu yang menemani suasana senja menjadi daya pikat magis bagi warga yang sedang bersantai di pusat kota.
QR Studio – Music on The Street
Dukungan Penuh dari BPPD Ciamis
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, menilai tren perkembangan kafe berkonsep live music ini menjadi motor penggerak tumbuhnya sektor wisata malam di Tatar Galuh.
“Kehadiran kafe dengan live music memberikan pilihan aktivitas bagi wisatawan saat malam hari. Semakin banyak pengalaman yang bisa dinikmati, semakin besar peluang wisatawan untuk tinggal lebih lama di Ciamis. Dampaknya tentu akan dirasakan oleh pelaku UMKM, usaha kuliner, industri kopi hingga komunitas musik lokal,” tutur Endang.
Ia menaruh harapan besar agar masyarakat maupun pelancong luar daerah dapat memanfaatkan beragam ruang kreatif yang kini tumbuh subur di Ciamis sebagai bagian dari pengalaman berwisata.
“Jangan buru-buru pulang setelah menikmati wisata alam atau kuliner pada siang hari. Ciamis kini juga memiliki suasana malam yang menarik untuk dinikmati. Ini menjadi bukti pariwisata daerah terus berkembang dengan didukung sektor ekonomi kreatif,” pungkasnya.
Kepala Badan Penerimaan Mahasiswa Baru, Informasi dan Komunikasi (BPMBIK) Universitas Galuh, Bdn. Ririn Lestari
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Universitas Galuh (Unigal) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Kampus terbesar di Priangan Timur ini sukses menyabet predikat sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik dalam Pengelolaan Media Sosial pada ajang Anugerah Humas Diktisaintek (AHD) Tingkat LLDIKTI Wilayah IV Tahun 2026.
Unigal mengamankan posisi Juara I pada kategori PTS Subkategori Pengelolaan Media Sosial setelah mengungguli puluhan perguruan tinggi swasta pesaingnya di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IV (Jawa Barat dan Banten).
Kepala Badan Penerimaan Mahasiswa Baru, Informasi dan Komunikasi (BPMBIK) Universitas Galuh, Bdn. Ririn Lestari, menilai penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi nyata bagi perguruan tinggi yang mampu membangun komunikasi publik secara efektif dan menyebarkan dampak positif pendidikan kepada masyarakat luas.
“Esensi penghargaan ini bukan hanya tentang media sosial yang menarik, tetapi bagaimana perguruan tinggi mampu mengomunikasikan pendidikan tinggi benar-benar memberikan dampak kepada masyarakat,” ungkap Ririn di Kampus Unigal Ciamis, Sabtu (11/7/2026).
“Kegiatan tridarma, prestasi, inovasi hingga pengabdian harus diketahui publik sehingga kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi semakin meningkat,” tambahnya.
Ririn membeberkan bahwa panitia menerapkan proses seleksi yang sangat ketat. Tahapan kompetisi bermula sejak Juni 2026 melalui penyusunan proposal dengan bobot penilaian sebesar 60 persen. Selanjutnya, peserta harus melalui sesi presentasi pada Juli dengan porsi penilaian sebesar 40 persen.
Fokus pada Kategori Pengelolaan Media Sosial
Dari total 31 perguruan tinggi swasta yang mendaftar di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV, tim penilai hanya meloloskan lima kampus ke tahap presentasi final untuk kategori Pengelolaan Media Sosial.
“Tahun ini kami memilih fokus pada kategori pengelolaan media sosial. Kompetisinya cukup ketat karena setiap perguruan tinggi harus menunjukkan strategi komunikasi, inovasi, serta dampak yang dihasilkan melalui media sosial,” tuturnya.
Ririn menjelaskan, Unigal tidak meraih keberhasilan ini secara instan. Kampus mengambil langkah strategis dengan membentuk BPMBIK sekitar dua tahun lalu untuk menjadi pusat komunikasi resmi universitas.
Melalui badan baru tersebut, pengelola menyatukan seluruh informasi yang sebelumnya tersebar di berbagai unit secara terintegrasi. Langkah ini berhasil menciptakan identitas komunikasi kampus yang jauh lebih kuat dan konsisten.
“Kami ingin seluruh komunikasi kampus memiliki satu suara. Semua informasi resmi berasal dari satu pusat komunikasi sehingga publik mendapatkan informasi yang utuh, akurat, dan konsisten,” jelas Ririn.
BPMBIK kemudian menjabarkan strategi tersebut ke dalam konsep One University, One Voice. Pengelola merangkul seluruh fakultas, program studi, hingga unit kerja untuk menyelaraskan pola komunikasi agar masyarakat menerima informasi yang seragam mengenai Universitas Galuh.
Budaya Kolaborasi Seluruh Sivitas Akademi
Menurutnya, kesuksesan mengelola media sosial tidak melulu soal kemampuan memproduksi konten visual yang estetik, melainkan tumbuh dari budaya kolaborasi serta rasa memiliki yang tinggi dari seluruh sivitas akademika terhadap almamater.
“Yang paling penting adalah rasa memiliki terhadap Unigal. Kami ingin semua orang bangga dengan kampus ini. Kemudian bersama-sama memperkenalkan berbagai prestasi yang selama ini mungkin belum banyak masyarakat ketahui,” harapnya.
Ia menegaskan, BPMBIK tidak sekadar memanfaatkan akun media sosial resmi Universitas Galuh sebagai alat promosi penerimaan mahasiswa baru. Lebih dari itu, platform digital ini memegang peran sebagai panggung untuk memublikasikan berbagai capaian akademik, hasil penelitian, inovasi, pengabdian masyarakat, hingga prestasi dosen dan mahasiswa.
Selain aktif menyiarkan dinamika kampus, BPMBIK juga menyediakan ruang terbuka bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan. Pengelola menjadikan setiap kritik dan tanggapan dari netizen sebagai bahan evaluasi penting untuk membenahi kualitas komunikasi serta layanan informasi kampus.
“Unigal berkomitmen tidak resisten terhadap kritik. Semua masukan kami tampung dan kami sampaikan kepada pimpinan agar mendapatkan tindaklanjut sesuai prosedur yang berlaku. Itu menjadi bagian dari proses perbaikan komunikasi publik,” tegas Ririn.
Kendati sudah menggondol predikat PTS terbaik dalam urusan pengelolaan media sosial, Ririn mengingatkan timnya bahwa penghargaan ini bukanlah titik akhir perjuangan. Ia menilai masih banyak permata prestasi dan kontribusi Universitas Galuh yang harus mereka suarakan ke hadapan publik.
“Sesungguhnya apa yang sudah kami tampilkan di media sosial masih sedikit dari prestasi yang Universitas Galuh miliki. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus menghadirkan informasi yang bermanfaat sekaligus memperkenalkan kontribusi Unigal bagi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pembangunan daerah,” pungkasnya.
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi bersama Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi digital Tiar Nabila Karbala, foto bersama para pemain Timnas football 7 Federation, saat pembekalan di Aula Kantor Balekota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya memegang kepercayaan besar sebagai tempat pemusatan latihan atau Training Camp (TC) resmi bagi Timnas Indonesia Football 7 Federation. Pasukan Garuda versi 7 pemain ini akan fokus mengasah kemampuan secara serius sebelum berlaga di ajang Interkontinental Cup di Roma, Italia, pada 30 Juli hingga 3 Agustus 2026 mendatang.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, bersama Kepala Disporabudpar, Deddy Mulyana, dan Ketua KONI Kota Tasikmalaya, Anton Suherlan, menyambut hangat kedatangan ofisial, pelatih, serta seluruh pemain. Acara penyambutan tersebut berlangsung di Aula Utama Kantor Balekota Tasikmalaya, Sabtu (11/7/2026).
Sekjen Indonesia Football 7 Federation, Luthvi Ginanjar, menjelaskan bahwa para penggawa Timnas Football 7 merupakan talenta terbaik hasil seleksi ketat dari 30 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Dari sekian banyak daerah, federasi akhirnya menjatuhkan pilihan kepada Tasikmalaya sebagai lokasi pemusatan latihan guna meningkatkan kualitas performa tim.
“Kami memilih Kota Tasikmalaya karena suasananya tenang. Para pemain bisa fokus berlatih tanpa banyak distraksi. Selain itu kondisi cuaca di Tasikmalaya mirip dengan cuaca di Italia. Ini penting untuk adaptasi sebelum bertanding,” ungkap Luthvi Ginanjar, Sabtu (11/7/2026).
Luthvi menuturkan, pihaknya memilih lokasi ini setelah mempertimbangkan kelayakan fasilitas sarana prasarana lapangan. Serta hadirnya dukungan penuh pemerintah daerah yang sangat responsif.
Turnamen berskala internasional di Roma nanti akan mempertemukan tim-tim tangguh dari berbagai belahan benua dengan format pertandingan 7 lawan 7.
“Kami menargetkan bisa masuk semi final. Anak-anak sudah siap secara fisik dan mental. TC di Tasikmalaya selama beberapa minggu ke depan akan kita maksimalkan untuk pemantapan strategi dan kekompakan tim inti,” ujarnya optimistis.
Motivasi Bagi Para Pecinta Sepak Bola Tanah Air
Ginanjar berharap kehadiran Timnas Football 7 Federation di Kota Tasikmalaya mampu menyuntikkan motivasi baru bagi para pencinta sepak bola di tanah air. Menurutnya, olahraga ini bisa menjadi alternatif menjanjikan selain sepak bola konvensional 11 orang karena memiliki tempo permainan yang cepat dan sangat cocok untuk pembinaan usia muda.
Staf Kepresidenan Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, yang turut hadir membakar semangat para pemain, menegaskan bahwa pengiriman tim ke Roma merupakan ikhtiar nyata pemerintah untuk memajukan sepak bola dari akar rumput.
“Pemerintah Indonesia mendukung penuh perjuangan adik-adik timnas Indonesia football 7 Federation. Terlebih berharap dalam pertandingan nanti, mampu memberikan yang terbaik bagi negara,” harap Tiar Karbala.
Sementara itu, Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan mengaku bangga atas penunjukan Tasikmalaya sebagai arena TC Timnas. Ia melihat ada dua dampak positif yang akan lahir dari kegiatan ini. Pertama, dampak ekonomi berupa peningkatan okupansi hotel, wisata kuliner, sektor transportasi, dan geliat UMKM sekitar. Kedua, dampak pada pembinaan atlet lokal.
“Semoga hadirnya Timnas football 7 di sini, bisa menjadi motivasi dan semangat anak-anak Kota Tasikmalaya untuk lebih semangat main bola. Siapa tahu nanti ada pemain dari Tasikmalaya yang masuk timnas Football 7,” tutur Viman.
Selama masa TC, tim pelatih akan mengawasi ketat latihan para pemain di sejumlah lapangan di Kota Tasikmalaya. Pemkot Tasikmalaya bersama KONI dan Disporabudpar berkomitmen mengawal penuh seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan aman dan lancar.
Sekda Ciamis Resmi Buka Muscab DPC LVRI Tahun 2026
CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, secara resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar Tahun 2026. Agenda besar ini berlangsung di Aula LVRI Ciamis, Sabtu (11/07/2026).
Dalam sambutannya, Sekda Andang menegaskan bahwa para veteran merupakan saksi hidup sejarah perjuangan bangsa. Mereka telah mengorbankan jiwa, raga, serta pengabdian tinggi demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, seluruh masyarakat terutama generasi muda wajib mengenang dan menjabarkan jasa para pejuang tersebut sebagai teladan hidup.
“Veteran bukan hanya pelaku sejarah, tetapi juga sumber inspirasi bagi bangsa. Semangat juang yang mereka miliki harus terus diwariskan agar nilai-nilai perjuangan tidak luntur oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Andang menilai, masyarakat perlu terus menggaungkan semangat patriotisme, nasionalisme, serta nilai-nilai luhur Pancasila di tengah kepungan tantangan global dan perubahan sosial yang kian cepat. Ia mengingatkan bahwa fenomena menurunnya rasa kebangsaan kini tengah menjangkiti sebagian kalangan masyarakat. Kondisi ini membuat penanaman kembali semangat juang 1945 kepada generasi penerus menjadi tanggung jawab bersama.
Ia menggantungkan harapan agar para veteran tetap aktif mengisi kemerdekaan. Langkah ini bisa berupa pembinaan karakter, berbagi pengalaman berharga, hingga menanamkan nilai disiplin, kerja keras, sikap pantang menyerah, serta mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
“Keteladanan para veteran menjadi spirit bagi kami dalam menjalankan pengabdian. Nilai disiplin, semangat pantang menyerah, dan mendahulukan kepentingan bangsa harus terus hidup dalam setiap generasi,” katanya.
Sinergi dalam Membangun SDM Unggul
Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berkomitmen mewujudkan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Namun, pemerintah semata tidak akan mampu mewujudkan keberhasilan pembangunan tanpa adanya sinergi dari seluruh komponen bangsa, termasuk para veteran.
Ia pun berharap Muscab LVRI tahun 2026 ini mampu melahirkan berbagai keputusan terbaik serta memilih susunan kepengurusan yang amanah. Dengan begitu, organisasi ini bisa memperkuat perannya dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LVRI Provinsi Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) Nandang Herawan, menegaskan bahwa perjuangan para veteran belum menemui kata akhir meski masa perang fisik telah usai. Menurutnya, bentuk perjuangan masa kini adalah dengan konsisten mewariskan semangat Juang ’45 kepada generasi penerus bangsa agar nilai-nilai nasionalisme tetap terjaga dan menjadi fondasi kokoh dalam membangun Indonesia yang lebih maju.
Melalui Musyawarah Cabang tersebut, ia berharap LVRI semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai penjaga nilai-nilai perjuangan bangsa. Organisasi ini juga harus memosisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun karakter kebangsaan di tengah masyarakat.