BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung mengalokasikan hampir 30 persen anggaran untuk empat perangkat daerah pengelola infrastruktur. Alokasi ini membiayai penanganan sampah, perbaikan jalan, perhubungan, serta penataan kawasan permukiman.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menetapkan pembenahan infrastruktur sebagai salah satu fokus utama APBD. Pihaknya menyalurkan porsi anggaran besar ini ke DSDABM, Dishub, DLH, dan DPKP.
Baca Juga: Harga Tepung Tapioka Naik di Bandung, Farhan Perkuat Pemantauan Harga Pangan
Farhan mengonfirmasi penataan prioritas pembangunan ini di Kota Bandung, Kamis (5/11/2026).
“Prioritasnya tetap pada infrastruktur. Infrastruktur ini sangat penting dan menjadi prioritas ketiga. Di dalamnya termasuk penanganan sampah, pertamanan, perhubungan, dan jalan,” ujar Farhan.
Sektor Pendidikan dan Kesehatan Tetap Raih Porsi Anggaran Utama
Farhan menegaskan bahwa pemkot tetap memenuhi alokasi anggaran mandatory untuk pendidikan dan kesehatan. Pihaknya mengucurkan anggaran pendidikan hingga mendekati 27 persen dari total APBD.
Sektor kesehatan juga meraih porsi anggaran memadai di atas 20 persen atau mendekati 21 persen. Farhan menilai kedua sektor dasar tersebut merupakan kewajiban mutlak pemerintah daerah.
APBD Kota Bandung turut membiayai sektor perdagangan, pengembangan UMKM, belanja operasional, hingga gaji pegawai. Terkait Dana Bagi Hasil (DBH), pemkot memperkirakan penerimaan dari pemerintah pusat sekitar Rp200 miliar.
“Kalau untuk Dana Bagi Hasil (DBH), kita mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Kemungkinan sekitar Rp200 miliar,” kata Farhan.
(Yusuf Mugni)




