GARUT, FOKUSJabar.id: Bareskrim Polri resmi menetapkan dan menahan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal serta penghapusan data elektronik. Salah satunya mantan Kapolri.
Di lapisan atas perjuangannya adalah mempertahankan posisi, pengaruh dan akses ke sumber daya. Politik menjadi arena utama negosiasi aliansi, pengamanan kepentingan bisnis serta menjaga agar pola yang sudah berjalan tidak berubah.
BACA JUGA:
BGN Tetapkan Operasional SPPG Rp3 Ribu per Penerima Manfaat
Perubahan di anggap risiko. Sehingga stabilitas seringkali lebih diutamakan daripada keadilan.
Di lapisan bawah, perjuangannya jauh lebih mendasar. Yakni mempertahankan kelangsungan hidup sehari-hari.
Ini bukan soal pilihan strategi jangka panjang. Namun hari ini makan apa, biaya sekolah anak dari mana, kalau sakit bagaimana, inflasi, harga kebutuhan yang naik dan pendapatan yang tertinggal adalah musuh nyata setiap harinya.
Mengapa Ini Penting Diperhatikan:
- Ketika perjuangan elite terputus dari penderitaan rakyat, kebijakan yang dihasilkan cenderung melindungi yang sudah punya, bukan mengangkat yang membutuhkan.
- Kesabaran masyarakat memiliki batas. Selama kebutuhan dasar masih bisa terpenuhi, masyarakat biasanya tetap sabar. Tapi ketika beban hidup terasa terlalu berat sementara di sisi lain terlihat kemewahan dan perlindungan istimewa, kepercayaan pada sistem bisa runtuh dengan cepat.
- Keadilan bukan sekadar konsep. Bagi masyarakat lapisan bawah, keadilan terasa ketika harga terjangkau, pekerjaan ada, dan hukum terasa berlaku sama, bukan hanya ketika ada pernyataan resmi.
Perbedaan ini bukan sekadar perbedaan nasib. Ini tanda bahwa jaring pengaman sosial dan jalur mobilitas masyarakat sedang berfungsi buruk.
Negara hadir secara benar ketika ia tidak hanya mendengarkan suara yang paling lantang atau paling berkuasa. Tapi juga memprioritaskan mereka yang suaranya paling sulit di dengar.
BACA JUGA:
Sidang Febrie Adriansyah: Tan Kian dan Ferry Boboho jadi Saksi
Semoga situasi ekonomi segera membaik bukan di atas kertas. Namun nyata yang dirasakan masyarakat dan mudah mudahan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Penangkapan tiga jenderal menjadi bukti komitmen Polri dalam penegakan hukum internal.
Polri menegaskan tidak ada yang kebal hukum. Semua sama di mata hukum.
Penangkapan tersebut merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang transparan, profesional dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
(Penulis adalah Pemerhati Kebijakan Publik Garut, Anton Heryanto, SIP)




