BANJAR, FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Lahir Nabi Konghucu ke‑2577 tahun 2026 di Kota Banjar menjadi momentum nyata mempererat kerukunan lintas agama.
Melalui kegiatan jalan santai yang digelar Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Banjar, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Harmoni dalam Kebersamaan, Rukun dalam Perbedaan”, jalan santai tersebut berstart dari MAKIN Banjar dan berfinish di Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar.
Baca Juga: Wawalkot Banjar Pimpin Rakor Sinergi Kewilayahan
Sebanyak sekitar 300 peserta turut meramaikan kegiatan tersebut. Yang istimewa, peserta tidak hanya berasal dari umat Konghucu, tetapi juga dari umat Katolik, Kristen, Islam, Hindu, dan Buddha yang ada di Kota Banjar.
Ketua Panitia Harlah Nabi Konghucu ke‑2577, Yayang Herianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini memang dirancang untuk memperkuat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama.
“Semoga kegiatan ini memberikan rasa toleransi sesama umat beragama di Kota Banjar. Hari ini diikuti umat Katolik, Kristen, Muslim, Hindu dan Buddha,” ujar Yayang.
Ia menambahkan panitia telah menyiapkan sekitar 300 kupon bagi peserta yang mengikuti jalan santai tersebut. Lebih dari itu, rangkaian Harlah Nabi Konghucu ke‑2577 bukan hanya berupa jalan santai.
Kepedulian Kepada Masyarakat
Sebelumnya telah digelar sembahyang bersama serta bakti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
“Selain jalan sehat, sebelumnya kami mengadakan sembahyang bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir Nabi Konghucu ke‑2577. Ada juga kegiatan bakti sosial, kemudian puncaknya jalan santai kerukunan umat beragama di Kota Banjar,” katanya.
Kegiatan jalan santai tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjar Supriana, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, unsur Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta masyarakat Kota Banjar.
Wakil Wali Kota Banjar Supriana mengapresiasi penyelenggaraan Harlah Nabi Konghucu yang dijadikan ajang kebersamaan lintas agama. Menurutnya, keberagaman harus dijaga agar tetap tercipta suasana yang harmonis, aman dan nyaman.
Baca Juga: Wanoja Perjuangan Kota Banjar Gelar Bakti Sosial
“Harapannya terbangun kebersamaan antarumat beragama dan warga masyarakat, sehingga kita dapat menciptakan kondisi yang harmonis, aman dan nyaman. Masing‑masing saling memahami, saling mengerti dan saling menghargai,” ujar Supriana.
Peringatan Harlah Nabi Konghucu ke‑2577 ini pun menjadi pengingat bahwa perbedaan agama dan keyakinan bukan penghalang kebersamaan.
Justru keragaman tersebut menjadi modal utama masyarakat Kota Banjar untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan berkelanjutan.
(Agus Purwadi)



