PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Nasib apes menimpa para petani di Dusun Cikarang, Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Gerombolan monyet liar melahap ludes tanaman buah siap panen milik warga.
Kawanan monyet tersebut turun dari kawasan hutan dalam beberapa hari terakhir. Mereka menyasar kebun warga demi mencari sumber makanan.
Baca Juga: Tradisi Bakar Batu Papua Warnai Festival 28 Bahasa di Pangandaran
“Yang diserang bukan satu-dua pohon. Pisang yang baru menguning, sawo yang masih di pohon, kelapa muda, semua habis dimakan dan dirusak,” ujar Padna salah seorang warga, Kamis (29/10/2026).
Padna menyebutkan kawanan monyet menjalankan pola serangan serupa setiap hari. Mereka bergerak secara berkelompok pada sore hari saat petani sudah meninggalkan kebun.
“Kalau siang masih ada orang, mereka tidak berani turun. Begitu kebun sepi, langsung datang puluhan ekor. Pagi-pagi kami ke kebun, sudah berserakan sisa kulit dan buah yang jatuh,” katanya.
Serangan ini menimbulkan kerugian besar bagi para petani lokal. Buah-buahan yang siap jual kini tidak tersisa sedikit pun.
Padna mengaku sudah berteriak dan melempar batu untuk mengusir hama tersebut. Namun, kawanan monyet selalu kembali keesokan harinya.
“Kami hanya bisa gigit jari. Hasil kebun yang diharapkan jadi uang sekolah anak, malah habis,” ucapnya.
KSDA Pangandaran Ungkap Penyebab Turunnya Monyet ke Kebun Warga
Kepala Resort KSDA Pangandaran Kusnadi memberikan penjelasan resmi mengenai fenomena ini. Krisis pakan di habitat asli memicu pergerakan monyet ke permukiman warga.
Kemarau panjang dan kebakaran lahan membuat pasokan makanan serta air di hutan menipis.
“Kan ada lahan yang kebakaran, susah air. Kebetulan di sekitar lokasi kebun itu, di bawahnya terdapat mata air, jadi kera-kera itu mencari makan dan minum ke sana,” ujar Kusnadi.
Imbau Warga Gunakan Katapel dan Kentongan
Kusnadi meminta masyarakat agar tidak memburu atau menyakiti satwa liar tersebut. Warga dapat memanfaatkan alat tradisional yang aman untuk mengusir kawanan monyet.
“Kalau ada kera datang ke ladang, warga bisa bersiap menggunakan alat tradisional seperti katapel dari karet ban. Bisa juga memakai bunyi-bunyian atau kentongan agar kera-kera itu ketakutan dan kembali ke hutan,” sarannya.
KSDA melarang warga menebang pohon buah di sekitar hutan secara sembarangan. Warga juga perlu menjaga kebersihan area kebun.
Masyarakat Dusun Cikarang mengharapkan pendampingan lanjutan dari instansi terkait. Langkah ini penting untuk menghentikan konflik antara manusia dan satwa liar.
(Sajidin)



