spot_imgspot_img
Senin 26 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Agun Gunandjar Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Media sosial kini menjadi salah satu sumber utama masyarakat dalam memperoleh informasi, termasuk mengenai politik dan calon pemimpin.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menilai perkembangan media sosial. Telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan memperoleh informasi.

Kondisi tersebut membuat literasi digital dan pendidikan politik semakin dibutuhkan menjelang Pemilu 2029.

Baca Juga: Agun Gunandjar: Penting Penguatan Pendidikan Pancasila

Menurut Agun, ruang publik yang sebelumnya banyak dimanfaatkan untuk berdialog secara langsung kini semakin bergeser ke platform digital.

“Masyarakat saat ini dapat memperoleh berbagai informasi politik melalui telepon genggam. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan memahami dan menilai. Informasi secara kritis,” ungkap Agun usai kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 di Hotel Tyara Plaza Ciamis, Senin (26/10/2026).

Ia menilai pendidikan pemilih harus mampu menjawab perubahan pola komunikasi masyarakat. Khususnya di kalangan generasi muda yang akrab dengan teknologi digital.

Agun mengakui dirinya juga memanfaatkan media sosial, seperti Facebook dan Instagram, untuk menyampaikan informasi mengenai aktivitas dan kegiatan yang dilakukan.

Penggunaan Media Sosial

Namun, ia menegaskan penggunaan media sosial bukan semata-mata untuk membangun strategi kampanye politik.

“Saya lebih memilih bertemu langsung dengan masyarakat. Meski begitu, media sosial tetap penting sebagai sarana bagi masyarakat. Untuk memeriksa informasi dan menilai apakah mereka percaya terhadap apa yang saya sampaikan,” ujarnya.

Menurut Agun, masyarakat perlu memiliki kesempatan untuk mengetahui aktivitas dan rekam jejak seseorang melalui informasi yang dapat diakses secara terbuka.

“Saya juga menggunakan media sosial sendiri agar informasi dan kegiatan yang saya lakukan dapat disampaikan secara langsung ke publik,” jelasnya.

Di sisi lain, Agun menilai interaksi digital tidak seharusnya sepenuhnya menggantikan komunikasi langsung. Dialog tatap muka tetap dibutuhkan untuk membangun hubungan dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga: Agun Gunandjar Ingatkan Dampak Golput

“Literasi digital perlu menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan pemilih. Masyarakat diharapkan tidak hanya aktif menerima dan menyebarkan informasi. Tetapi juga mampu memeriksa kebenaran informasi sebelum menjadikannya sebagai dasar dalam menentukan sikap politik,” katanya.

Dengan demikian, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi. Sekaligus sarana bagi masyarakat untuk mengenali calon pemimpin dan menilai rekam jejaknya.

Agun berharap peningkatan literasi digital dapat mendukung terbentuknya pemilih yang lebih kritis, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menghadapi Pemilu 2029.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru

Lewat ke baris perkakas