spot_imgspot_img
Senin 26 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Agun Gunandjar: Penting Penguatan Pendidikan Pancasila

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Penguatan pendidikan Pancasila dan demokrasi di lingkungan sekolah dinilai penting untuk membangun kesadaran politik generasi muda sejak dini. 

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk pelajar yang memiliki wawasan kebangsaan, berpikir kritis. Serta mampu menjadi pemilih cerdas dan bertanggung jawab dalam menentukan masa depan demokrasi Indonesia.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, mendorong penguatan pendidikan Pancasila, demokrasi, dan kewarganegaraan di sekolah. Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran politik generasi muda.

Baca Juga: Agun Gunandjar Ingatkan Dampak Golput

Menurut Agun, pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan menjadi bekal penting bagi generasi muda sebelum terlibat dalam proses demokrasi. Termasuk menggunakan hak pilih pada pemilu.

Agun menilai pendidikan kebangsaan perlu mendapatkan perhatian serius karena menjadi dasar bagi masyarakat. Untuk memahami kehidupan bernegara, hak warga negara, serta tanggung jawab dalam menjaga demokrasi.

“Perubahan materi pendidikan dari waktu ke waktu, terdapat periode ketika sejumlah materi pendidikan politik dan kebangsaan. Tidak diberikan secara memadai,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi bahan evaluasi agar generasi muda mendapatkan pembelajaran yang cukup mengenai Pancasila dan demokrasi.

Perkembangan Teknologi Informasi

Agun juga menilai perkembangan teknologi informasi membuat pendidikan kebangsaan semakin penting. Generasi muda kini berhadapan dengan arus informasi yang begitu cepat melalui berbagai platform digital.

“Tanpa pemahaman yang memadai, mereka berisiko kesulitan membedakan informasi yang dapat dipercaya dan memahami persoalan publik secara menyeluruh,” katanya.

Karena itu, pendidikan di sekolah perlu memberikan ruang bagi pembelajaran nilai-nilai Pancasila, demokrasi, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

“Betul. Karena itu, di Komisi X DPR RI sekarang, kami sudah mendorong agar pendidikan tersebut. Kembali mendapatkan tempat yang semestinya dalam kurikulum,” kata Agun.

Ia berharap penguatan pendidikan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengetahuan teoritis, tetapi juga membentuk sikap kritis dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga: Pendidikan Politik Didorong Masuk Sekolah di Ciamis

“Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu memahami demokrasi bukan hanya tentang memilih pemimpin. Melainkan juga menghargai perbedaan, menjalankan hak, dan memenuhi kewajiban sebagai warga negara,” terang Agun.

Agun menegaskan, pendidikan politik perlu berjalan beriringan dengan pendidikan kebangsaan agar masyarakat memiliki landasan kuat ketika menentukan pilihan dalam pemilu.

“Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menyiapkan pemilih yang lebih matang dan bertanggung jawab dalam menghadapi Pemilu 2029,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru