spot_imgspot_img
Sabtu 24 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

UAS dan Das’ad Latif Sampaikan Pesan untuk Santri di Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ribuan santri dan masyarakat memadati Alun-Alun Ciamis, Jumat (23/10/2026) malam untuk mengikuti pengajian pendakwah nasional, Ustaz Abdul Somad (UAS) dan KH Das’ad Latif.

Tabligh akbar tersebut dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 untuk memperkuat nilai keilmuan, akhlak, serta peran santri dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

BACA JUGA:

Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana Ajak Masyarakat Menjaga Toleransi Agama

Sejumlah pesan penting di sampaikan kedua ulama di hadapan jemaah.

Das’ad Latif menekankan pentingnya mengutamakan ilmu yang bermanfaat. Sedangkan UAS mengingatkan para santri agar menjaga adab kepada guru dan tidak melupakan pesantren meskipun kelak meraih kesuksesan.

Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Ciamis, Nonop Hanapi mengatakan, santri memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Kontribusi mereka tidak hanya berkaitan dengan pendidikan keagamaan. Tetapi juga perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa.

Menurut Nonop, pesantren telah menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut membentuk karakter masyarakat Indonesia.

“Santri tidak hanya menundukkan kepala di hadapan kitab, tetapi juga menegakkan kepala menghadapi penjajahan. Salah satu investor terbesar bagi lahirnya NKRI adalah santri dan pesantren,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terus mendukung pembangunan Kabupaten Ciamis. Termasuk kepemimpinan Bupati, Herdiat Sunarya.

Ilmu Lebih Berharga daripada Harta

Dalam tausiyahnya, KH Das’ad Latif mengajak jemaah untuk menjadikan ilmu sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan. Dengan gaya penyampaian yang jenaka, ia menyelipkan nasihat keagamaan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Ia mengingatkan bahwa kekayaan materi tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang. Sebaliknya, ilmu yang bermanfaat dapat menjadi bekal untuk menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Kalau engkau disodorkan antara harta dengan ilmu, pilih ilmu. Harta kamu yang jaga, sedangkan ilmu dia yang jaga kamu,” tuturnya, mengutip hikmah Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

BACA JUGA:

Kirab Resolusi Jihad NU Ciamis 2026, 3.500 Peserta Kenang Perjuangan Ulama dan Santri

Das’ad Latif juga memotivasi para santri agar tidak merasa rendah diri ketika berhadapan dengan lulusan sekolah umum maupun lembaga pendidikan internasional.

Menurutnya, santri harus memiliki kepercayaan diri untuk berkembang dan bersaing tanpa meninggalkan nilai agama serta akhlak yang telah dipelajari di pesantren.

Jangan Lupakan Pesantren

Ustaz Abdul Somad menyoroti pentingnya menjaga toleransi dan menghormati perbedaan pandangan dalam Islam. Khususnya terkait persoalan mazhab.

Ia memberikan gambaran bahwa perbedaan pemahaman keagamaan semestinya disikapi dengan kedewasaan dan adab. Sikap saling menghormati menjadi bagian penting dalam menjaga persaudaraan di tengah keberagaman pandangan.

Selain itu, UAS menekankan pentingnya menghormati guru dan kiai yang telah membimbing para santri selama menempuh pendidikan di pesantren.

Ia berpesan agar santri tidak melupakan asal-usulnya ketika kelak berhasil menjadi pejabat, pengusaha, aparat negara, akademisi, ataupun meniti karier di luar negeri.

Menurutnya, keberhasilan seseorang semestinya diiringi kepedulian terhadap lembaga pendidikan yang telah membentuk karakter dan memberikan bekal ilmu.

“Apa yang kau makan busuk, apa yang kau pakai lapuk. Yang kau wakafkan, yang kau infakkan, yang kau sedekahkan untuk pondok pesantren, itulah yang akan kekal abadi hingga akhir zaman,” pesan UAS.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya tabligh akbar yang dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah.

Ia menilai, kehadiran dua pendakwah nasional dalam satu kegiatan merupakan kesempatan istimewa bagi masyarakat Ciamis untuk memperoleh nasihat keagamaan secara langsung.

“Malam hari ini sungguh suatu kehormatan, kebanggaan bagi kita semua masyarakat Kabupaten Ciamis. Kesempatan yang sangat langka, dua ustaz nasional bersama kita dalam duet maut ini. Luar biasa,” kata Herdiat.

BACA JUGA:

Bupati Ciamis Ajak Santri Teladani Perjuangan Ulama dalam Apel Resolusi Jihad

Ia berharap, momentum peringatan Hari Santri Nasional dapat menumbuhkan semangat para santri untuk terus belajar, mengembangkan potensi diri, serta berani memiliki cita-cita tinggi.

Herdiat juga mendorong para santri agar mampu mengambil peran dalam pembangunan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tabligh akbar ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan Kabupaten Ciamis, kemajuan pesantren serta masa depan santri di seluruh Indonesia.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru