CIAMIS, FOKUSJabar.id: Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Ciamis berhasil melewati tahap administrasi dalam ajang King Hamad Award for Coexistence and Tolerance 2026 yang diselenggarakan di Bahrain.
Saat ini, FKUB Ciamis menantikan tahapan seleksi berikutnya dalam penghargaan internasional yang mengapresiasi upaya membangun kerukunan dan toleransi tersebut.
Ketua FKUB Kabupaten Ciamis, Dr. Sumadi mengatakan, pihaknya telah menerima informasi mengenai proses seleksi tersebut sekitar satu bulan lalu. Adapun pemberitahuan tertulis mengenai tahapan seleksi diterima sekitar tiga minggu sebelum kegiatan Sarasehan dan Dialog Kebangsaan FKUB Ciamis, Kamis (22/10/2026).
Menurut Sumadi, lolos tahap administrasi menjadi pencapaian tersendiri bagi Ciamis. Pasalnya, kesempatan tersebut membuka jalan untuk memperkenalkan program kerukunan umat beragama yang telah dijalankan di Tatar Galuh ke tingkat internasional.
Baca Juga: FKUB Ciamis Gandeng Pengelola Situs Budaya
“Bagi kami, lolos tahap pertama saja sudah menjadi pencapaian. Minimal nama Ciamis sudah tercatat dalam ajang penghargaan dunia sebagai peserta,” ujar Sumadi.
Ia menjelaskan, FKUB Ciamis mengajukan rangkaian program yang dijalankan selama lima tahun terakhir. Program tersebut mencakup penguatan moderasi beragama, pelibatan masyarakat, serta pengembangan kegiatan lintas iman.
Salah satu program yang menjadi bagian dari materi pengajuan adalah Duta Harmoni. Program ini melibatkan kalangan pesantren, SMA, madrasah, hingga organisasi kepemudaan lintas iman untuk menanamkan nilai toleransi dan memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Selain Duta Harmoni, FKUB Ciamis juga mengembangkan Sekolah Moderasi sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman tentang kerukunan sejak dini.
Sumadi menegaskan, program-program tersebut tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi menjadi bagian dari kerja berkelanjutan FKUB dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
“Kita sebenarnya tidak ingin ikut-ikutan lomba-lomba, karena itu memang pekerjaan kita sehari-hari. Namun, ketika program yang kita jalankan memenuhi persyaratan administrasi, ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman Ciamis,” katanya.
Dokumen Berbahasa Inggris
Untuk mengikuti proses seleksi internasional, FKUB Ciamis menyiapkan dokumen program dalam bahasa Inggris. Langkah tersebut dilakukan agar materi yang diajukan dapat dipahami dalam proses penilaian di tingkat internasional.
Sumadi menyampaikan, setelah lolos administrasi, proses seleksi akan berlanjut ke tahap penilaian berikutnya, termasuk wawancara apabila memenuhi ketentuan untuk masuk nominasi.
Baca Juga: Bupati Ciamis Ajak Santri Kuasai Teknologi dan Perkuat Akhlak
Meski demikian, FKUB Ciamis masih harus mengikuti tahapan seleksi lanjutan sebelum mengetahui hasil akhirnya.
Ia berharap keikutsertaan tersebut dapat memperkenalkan praktik baik kerukunan umat beragama di Kabupaten Ciamis kepada masyarakat internasional.
Menurutnya, kekuatan program FKUB Ciamis terletak pada semangat gotong royong, partisipasi warga, dan keberlanjutan kegiatan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Dengan demikian, keikutsertaan dalam King Hamad Award for Coexistence and Tolerance 2026 menjadi kesempatan bagi FKUB Ciamis untuk membawa pengalaman merawat kerukunan dari Tatar Galuh ke panggung dunia.
(Mia)



