CIAMIS, FOKUSJabar.id: Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis mengajak pengelola situs budaya dan komunitas lintas iman. Memperkuat kerukunan masyarakat melalui pelestarian kearifan lokal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Sarasehan atau Focus Group Discussion (FGD) dan Dialog Kebangsaan bertema “Ngamumule Kearifan Lokal, Ngarumat Karukunan. Merajut Kebersamaan, Membangun Tatar Galuh Berkelanjutan, Memperkokoh Bangsa” di Aula Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Ciamis, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan ini melibatkan pengelola situs budaya se-Kabupaten Ciamis serta unsur lintas iman FKUB. Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan mengenai peran warisan budaya. Dalam menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Baca Juga: Bupati Ciamis Ajak Santri Kuasai Teknologi dan Perkuat Akhlak
Ketua FKUB Kabupaten Ciamis, Dr. Sumadi mengatakan, kerukunan tidak cukup dibangun melalui kegiatan formal. Tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan semangat gotong royong.
Menurutnya, berbagai program kerukunan yang berjalan selama lima tahun terakhir merupakan hasil dari kebersamaan masyarakat. Partisipasi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan gerakan kerukunan umat beragama.
“Dana itu justru merupakan partisipasi kebersamaan dari masyarakat. Kalau dihitung, sulit karena banyak sekali kegiatan kebersamaan yang menjadi satu rangkaian dengan program kerukunan umat beragama,” ujar Sumadi.
Ia menjelaskan, FKUB Ciamis telah mengembangkan sejumlah program penguatan moderasi dan toleransi, di antaranya Sekolah Moderasi dan Duta Harmoni. Program tersebut menyasar kalangan pesantren, SMA, madrasah, hingga organisasi kepemudaan lintas iman.
Sumadi berharap, program-program tersebut dapat diterapkan di daerah lain sehingga praktik baik dalam menjaga kerukunan bisa berkembang lebih luas.
Pentingnya Gotong-royong
“Poin pentingnya tetap gotong royong, kerukunan masyarakat, dan keberlanjutan,” katanya.
Dalam forum tersebut, pengelola situs budaya didorong mengambil peran lebih besar dalam merawat kerukunan dan persatuan bangsa. Warisan budaya tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga merekam kebijaksanaan leluhur dan tradisi kebersamaan masyarakat.
Anggota Komisi IV DPR RI, Ir. H. Herry Dermawan, yang turut menjadi narasumber, menilai pengelola kabuyutan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai kebersamaan sekaligus melestarikan lingkungan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis, H. Nanang Permana, M.H., membahas bagaimana kearifan lokal dapat menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan publik. Untuk membangun Tatar Galuh yang rukun dan berkelanjutan.
Baca Juga: Timgab di Ciamis Tes Urine Pengunjung Hiburan Malam
Forum juga menghadirkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Ciamis serta Aip Saripudin, S.Pd.I. Ketua Forum Goong Perdamaian Dunia Karangkamulyan sekaligus Kepala Museum Ki Sunda Singaperbangsa.
Melalui dialog interaktif dan FGD, para peserta merumuskan rekomendasi bersama bertajuk “Tatar Galuh Rukun, Berbudaya, dan Berkelanjutan”.
Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat kolaborasi lintas iman. Pelestarian situs budaya, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kerukunan di Kabupaten Ciamis.
(Mia)



