spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Muscab Demokrat Belum Dibuka, Sosok Pemimpin Santun jadi Kriteria Calon Ketua DPC Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Dinamika politik jelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) menghangat. Sejumlah nama Bakal Calon (Balon) Ketua sudah mulai bermunculan.

Padahal, jadwal Muscab itu sendiri secara resmi belum di buka oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) maupun Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

BACA JUGA:

Ketua Komunitas Paguyuban Dump Truck Garut Gabung Partai Demokrat

Terpantau, sejumlah nama mulai ramai jadi perbincangkan di internal partai Demokrat. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mulai melakukan sosialisasi secara masif melalui media sosial.

Kondisi tersebut di nilai wajar dalam sebuah kontestasi organisasi. Munculnya nama-nama balon ketua lebih awal di anggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi internal partai untuk menarik simpati kader.

Munculnya bakal calon lebih awal sebelum Muscab resmi dibuka menunjukkan tingginya antusiasme kader untuk memimpin partai.

Meski begitu, semua pihak agar tetap menahan diri dan menunggu mekanisme resmi dari DPD atau DPP.

Sejumlah pengurus DPC yang ada saat ini terpantau masih fokus menjalankan roda organisasi dan program partai sambil menunggu petunjuk teknis pelaksanaan Muscab dari tingkat provinsi dan pusat.

Secara keseluruhan, ramainya bursa calon sebelum jadwal resmi Muscab menunjukkan bahwa mesin partai dan iklim demokrasi internal berjalan sangat dinamis dan kompetitif.

BACA JUGA:

Ketua DPC Garut Beri Pesan Berkelas HUT ke-25 Partai Demokrat

Tokoh Baru vs Petahana

Dalam setiap Muscab, biasanya muncul dua kubu. Yakni, kubu petahana yang ingin mempertahankan kursi dan kubu penantang yang membawa semangat baru.

Kehadiran tokoh-tokoh baru dinilai akan membuat kompetisi semakin menarik. Namun figur Ketua DPC harus sosok yang memiliki daya tarik, jaringan yang luas dan mampu merangkul semua kalangan.

Termasuk sosok pemimpin yang santun seperti yang dicontohkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Perlu diketahui, Muscab bukan sekadar ajang untuk memilih Ketua semata. Namun merupakan momentum penting untuk melakukan konsolidasi organisasi, mengevaluasi kinerja partai selama lima tahun terakhir dan menentukan arah perjuangan partai ke depan.

Bukan hanya soal siapa yang menjadi ketua, namun lebih dari itu, Muscab menjadi forum untuk merumuskan gagasan, menyatukan visi dan memperkuat soliditas kader dari tingkat kabupaten hingga tingkat ranting.

Ketua DPC terpilih harus mampu menjadi pemimpin yang merangkul semua kalangan, memiliki daya Tarik dan mampu menerjemahkan visi Ketua Umum ke tingkat daerah.

Artinya, Ketua DPC harus mencontoh Ketum AHY. Di mana memimpin partai dengan politik yang beretika, cerdas dan membawa solusi bagi rakyat.

Oleh karena itu, Muscab nanti dapat melahirkan pemimpin yang tidak hanya popular. Tetapi juga memiliki kapasitas, integritas dan komitmen untuk membesarkan partai serta berjuang untuk kesejahteraan Masyarakat.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru