PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kondisi Alun-alun Pangbagea di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran sangat memprihatinkan. Rumput liar tumbuh tinggi mengelilingi area alun-alun serta tiang besi penyangga tampak keropos akibat korosi.
Fasilitas publik yang berdiri tepat di depan pusat perkantoran Pemkab Pangandaran ini kurang mendapat perawatan rutin.
Baca Juga: PSDKU Unpad Pangandaran Gelar Simulasi Bencana Gempa Megathrust
Pantauan di lokasi pada Sabtu pagi (17/10/2026) memperlihatkan taman alun-alun membutuhkan pembenahan serius. Selain rumput liar, beberapa elemen bangunan menunjukkan kerusakan fisik.
Kondisi Alun-alun Pangbagea juga terkendala penerangan malam yang minim. Masalah kebersihan serta ketersediaan tempat sampah turut menjadi keluhan warga.
Azahlia, seorang mahasiswi yang tengah berolahraga, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi fasilitas publik tersebut.
“Kalau malam kurang terang, penerangannya kurang. Terus fasilitasnya kayaknya kurang terawat. Kebersihannya juga kurang,” kata Lia pada Sabtu (17/10/2026).
Pengunjung Keluhkan Tempat Sampah Minim dan Lapak UMKM Sepi
Lia menyebut ketersediaan tong sampah di area alun-alun sangat terbatas. Kawasan ini juga tampak sepi dari aktivitas pedagang usaha mikro.
Padahal warga kerap memanfaatkan area alun-alun untuk berbagai kegiatan positif.
“Kadang di sini dipakai buat latihan UKM tari atau perlombaan. Kadang buat olahraga, pemanasan, voli, sampai badminton,” ujar Lia.
Ketiadaan lapak UMKM memaksa pengunjung membawa makanan serta minuman sendiri dari rumah.
“Iya, bekal dari rumah atau kalau nggak sempat berarti beli di jalan,” tambah Lia.
Kondisi ini membuktikan potensi alun-alun sebagai ruang terbuka publik belum mendapatkan penataan ekonomi yang memadai.
Rekam Jejak Pembangunan Alun-alun Pangbagea
Pemerintah membangun Alun-alun Pangbagea pada tahun 2021 mengandalkan dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil, meresmikan alun-alun ini pada 20 Februari 2022.
Keberadaan alun-alun idealnya memerlukan perawatan berkelanjutan pascapembangunan. Perawatan rutin, penerangan memadai, serta pengelolaan sampah menjadi kunci kenyamanan warga.
Kini kondisi rumput yang meninggi serta besi berkarat memicu pertanyaan publik terkait komitmen pemeliharaan fasilitas daerah.
(Sajidin)



