spot_imgspot_img
Kamis 15 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Priangan Bamboo Fest 2026 Dibuka di Tasikmalaya, Ada Lebih dari 120 Stan Produk UMKM

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Tasikmalaya resmi membuka pameran terbesar se-Priangan Timur bertajuk Priangan Bamboo Fest 2026. Event ini menghadirkan ratusan produk industri kriya yang menarik serta inovatif.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, membuka langsung perhelatan ini di Kompleks Pusat Pengembangan Industri Kerajinan (PPIK) Kota Tasikmalaya, Rabu (14/10/2026) sore.

Baca Juga: 148 Mahasiswa UBK Tasikmalaya Diwisuda, Lulusannya Berpeluang Kerja hingga Luar Negeri

Sejumlah pejabat penting menghadiri acara pembukaan pameran ini. Tamu undangan meliputi Kadisporabudpar Deddy Mulyana, Kadis Koperasi UMKM Sofian Zaenal Mutaqien, serta Ketua Umum Dekranasda dr. Elvira Kamarrow Putri. Pimpinan bjb Tasikmalaya Fina Petrina Ahmad, Ketua HIMKI Priangan Timur, dan Perwakilan Kementerian Kehutanan RI turut hadir di lokasi.

Wali Kota Viman membunyikan alat musik angklung bersama para pejabat di atas panggung utama. Aksi tersebut menandai pembukaan pameran yang akan berlangsung hingga 18 Oktober 2026 mendatang.

Kuatkan City Branding Sebagai Pusat Industri Kreatif Kriya

Viman Alfarizi Ramadhan menjelaskan perhelatan Priangan Bamboo Fest 2026 bertujuan memeriahkan Hari Jadi Kota Tasikmalaya Ke-25. Pemerintah kota memanfaatkan momen ini untuk memperkuat city branding Tasikmalaya sebagai pusat industri kreatif.

Viman menilai pameran ini memegang peran strategis untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan.

“Gelaran Bamboo Fest ini, yang strategis untuk mempertemukan antara para pelaku kreatif, pemerintah, asosiasi, dan komunitas. Tujuannya yakni bagaimana wilayah Priangan Timur ini bisa saling mendukung untuk mengembangkan produk-produk kreatif kriya, agar semakin berkembang dan menghasilkan nilai rupiah untuk kesejahteraan pelaku kreatif,” ungkap Viman pada Rabu (14/10/2026).

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Priangan Timur memprakarsai pameran ini. Panitia menyediakan lebih dari 120 stand yang mencakup 60 persen produk kriya serta 40 persen produk fashion dan kuliner UMKM.

Viman menegaskan olahan bambu memiliki sejarah panjang dalam budaya kriya khas Kota Tasikmalaya.

“Langkah kedepannya, bambu harus menjadi ciri khas produk Kota Tasikmalaya, dekor-dekor, anyaman dan kreasi, sehingga kita punya brand tersendiri sebagai kekhasan daerah,” ujar Viman.

Ia optimistis perhelatan ini mampu memutar roda ekonomi daerah melalui transaksi bisnis secara langsung.

Dorong Perajin Kriya Lokal Tembus Pasar Global

Panitia Priangan Bamboo Fest 2026, Abun Benyamin, membeberkan partisipasi peserta pameran. Pelaku usaha kriya dari Priangan Timur hingga luar daerah seperti Sukabumi, Cirebon, Sumedang, Banten, dan Kuningan turut memadati lokasi.

Abun menegaskan pameran ini mendorong perajin lokal meningkatkan mutu produk agar mampu bersaing di pasar internasional.

“Kami ingin dari kegiatan ini, mendorong para perajin kriya lokal mampu naik kelas dan berhasil meningkatkan pendapatan dengan mampu menembus pasar global,” ujarnya.

Panitia merancang acara ini secara komprehensif. Pengunjung dapat mengikuti edukasi manajemen usaha, literasi keuangan, workshop, aksi pelestarian lingkungan, design business clinic, hingga Bamboo Youth Innovation Camp bagi para inovator muda.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru