spot_imgspot_img
Senin 5 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Garut Canangkan Bulan Dana Kemanusiaan PMI 2026

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin secara resmi mencanangkan Bulan Dana Kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Tahun 2026.

Tanda di mulainya Bulan Dana PMI 2026 tingkat Kabupaten Garut secara simbolis melalui pembayaran sumbangan menggunakan QRIS oleh Bupati Garut.

BACA JUGA:

Kebakaran Lahan di Garut Naik jadi 1495,24 Persen

Syakur menyampaikan, Bulan Dana PMI penting untuk mendukung dalam merespons berbagai musibah kemanusiaan di Kabupaten Garut. Mulai dari pelayanan darah hingga penanganan darurat bencana alam.

“Tentu saja saya sangat mengapresiasi karena ini akan membantu Pemerintah Kabupaten Garut. Terutama dalam menyikapi adanya musibah,” ucapnya.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi. Khususnya kalangan pelajar agar kepedulian sosial dapat di bangun sejak dini melalui edukasi mengenai peran PMI.

Selain itu, kontribusi terukur juga di berlakukan bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut untuk mendukung pencapaian target kemanusiaan tanpa memberatkan.

Ketua PMI Kabupaten Garut, Helmi Budiman menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Sekretaris Daerah serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten atas dukungan yang di berikan melalui program Bulan Dana PMI.

Helmi menjelaskan, dana yang terkumpul akan di alokasikan secara transparan untuk berbagai program prioritas PMI. Termasuk pembinaan Palang Merah Remaja (PMR). Mulai dari tingkat Mula, Madya hingga Wira guna menanamkan karakter kemanusiaan sejak dini.

BACA JUGA:

600 Pesilat Bertanding di Garut Open Silat Series 2026

“Ini bagian daripada pembinaan yang di lakukan oleh PMI menggunakan Bulan Dana PMI,”  ungkapnya.

Terkait penanganan darurat di Kabupaten Garut, PMI selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai mitra utama di lapangan. Khususnya dalam penanganan kekeringan dan bencana tanah longsor.

“Begitu pun untuk kebakaran hutan, bencana longsor dan sebagainya tentu PMI ingin bersama-sama dengan Pemerintah Daerah dan relawan lainnya bersama-sama menangani musibah yang menimpa masyarakat Kabupaten Garut,” lanjutnya.

Menyoroti ketersediaan stok darah di Kabupaten Garut, Helmi memastikan bahwa ketersediaan labu darah secara umum selalu siap memenuhi standar kebutuhan, mencapai 98 persen.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa untuk jenis golongan darah tertentu, persediaannya dapat mengalami fluktuasi dan beberapa jenis darah harus di proses di Bandung.

“Alhamdulillah, stok labu selalu tersedia. 98 persen kita sudah menyiapkan. Adapun kalau misalkan ada yang tidak ada harus di prosesnya di Bandung,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru