GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua penyelenggara Musda XI DPD Golkar Kabupaten Garut, Deden Sopian mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan atensi atas berjalannya pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah.
Termasuk Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC), peserta, peninjau, tamu undangan dan masyarakat Kabupaten Garut.
BACA JUGA:
Musda Golkar Jabar Memanas, Daniel Mutaqien vs Ahmad Hidayat Head to Head
Pihaknya juga mengucapkan selamat kepada Abdusy Syakur Amin atas terpilihnya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Garut periode 2025-2030.
Deden berharap, partai berlambang Pohon Beringin di bawah komando Abdusy Syakur Amin yang notabene seorang Bupati bisa membawa ke arah yang lebih baik.
“Mudah-mudahan Beliau di berikan kelancaran dan kemudahan dalam memimpin dan memajukan Partai Golkar,” kata politisi senior yang satu ini, Rabu (23/9/2026).
Pria yang akrab di sapa Kang Deden menyebut, Musda sudah selesai terlaksana dengan sukses, aman dan damai. Kondisi tersebut menunjukan kedewasaan berpolitik semua kader dan para calon ketua.
“Kedewasaan berpolitik telah di implementasikan oleh semua kader dan para calon ketua.”
“Slogan kepentingan partai serta kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan telah di ejawantahkan oleh kedua kubu calon beserta timnya. Di mana mufakat dulu baru musyawarah adalah jalan terbaik untuk tidak terjadi perpecahan di kubu partai Golkar,” ungkap Kang Deden.

Menurutnya, Musda tanggal 20 September 2026 adalah rangkaian akhir dari pelaksanaan pramusda yang di lakukan sejak tanggal 15 September 2026 dengan pedebatan yang penuh argumentatif hingga terbentuk kemufakatan bulat.
Mufakat di atas segala kepentingan bukanlah pekerjaan yang ringan dan mustahil bisa selesai bila tidak ada penengah yang bijak.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Daniel Mutaqin Sapiudin adalah sosok yang mampu memberikan pemahaman yang bijak dan tidak melukai dan mengayomi tidak menekan.
BACA JUGA:
Musda XI DPD Golkar Garut “Kawinkan” Eksekutif dan Legislatif?
Dia sangat paham bahwa politik adalah kepentingan. Namun dengan kecerdasannya, kobaran api bisa berangsur mengecil dan padam.
“Saya sebagai orang yang terlibat di dalam diskusi tersebut (karena salah satu yang pernah mencalonkan). Oleh Beliau, peserta tidak di tekan tapi di cerdaskan dengan gaya kepemimpinan yang lugas dan tegas,” imbuhnya.
Abdusy Syakur, Aris Munandar dan Deden Sopian akhirnya harus berbagi peran sesuai dengan kapasitasnya masing-masing untuk membesarkan partai dan membaktikan diri kepada masyarakat.
“Itulah tugas ke depan yang di berikan oleh Ketua DPD Jabar,” katanya.
Untuk kebesaran Partai besutan Bahlil Lahadalia ke depan tentunya harus di mulai dari kesolidan pengurus dan kader.
Semua harus menurunkan tensi egonya di manapun pimpinan menempatkan kita dalam kepengurusan. Itulah yang terbaik dan kita jalankan dengan sungguh-sungguh.
Musda telah selesai. Api sudah di padamkan oleh Ketua DPD Golkar Jabar.
DPD Partai Golkar Garut tinggal berlayar bersama nakhoda baru dengan penuh optimistis bersama pengurus dan kader-kader tangguh.
Selanjutnya semua kader bisa menjaga situasi kondusif dan terus solid. Golkar Garut “ngahadean” Jabar.
(Bambang Fouristian)



