PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kemarau panjang memicu krisis air di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Sumber air warga semakin menyusut dari hari ke hari.
Kawasan Muara Legokjawa menjadi salah satu lokasi terdampak parah. Sungai di kawasan ini mengering hingga menyisakan hamparan pasir.
Dampak kekeringan terus meluas ke berbagai daerah. BPBD Pangandaran mencatat 9 kecamatan dan 32 desa mengalami krisis air bersih.
Tim Gabungan Pasok 1,69 Juta Liter Air
Petugas terus menyalurkan bantuan air bersih secara intensif. Tim gabungan telah mengucurkan total 1,69 juta liter air bersih.
BPBD Pangandaran menyuplai 715.000 liter air bersih. Tagana juga menyalurkan 855.000 liter air untuk warga.
BBWS Citanduy turut memberikan bantuan sebanyak 120.000 liter air bersih.
Petugas sudah menuntaskan 159 kali penyaluran bantuan air. Bantuan ini menyelamatkan 7.053 kepala keluarga atau 20.998 jiwa.
Sebaran Bantuan di 9 Kecamatan Pangandaran
Wilayah Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang, dan Mangunjaya terus menerima pasokan air.
Kecamatan Kalipucang menerima alokasi air terbesar mencapai 175.000 liter. Cijulang mendapat 140.000 liter dan Cigugur memperoleh 105.000 liter.
Pangandaran menyerap 85.000 liter dan Parigi menerima 55.000 liter. Cimerak serta Sidamulih masing-masing mengantongi 50.000 liter.
Padaherang mengamankan 40.000 liter dan Mangunjaya menerima 5.000 liter.
Imbau Warga Pangandaran Hemat Air
Kalak BPBD Pangandaran, Dodo Kusnadi, menyebutkan krisis air merambah hingga wilayah pesisir.
“Update penanganan kekeringan sampai sekarang ini sudah mengirimkan air bersih 1,69 juta liter lebih. Itu belum lembaga atau instansi lain yang melakukan pengiriman, seperti PMI dan lainnya,” kata Dodo.
Dodo menjelaskan petugas menyalurkan air berdasarkan laporan pemerintah desa setempat. Tim lapangan langsung menguji kondisi desa sebelum mengirim tangki air.
Dodo meminta warga menghemat pemakaian air bersih selama musim kemarau.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana, menghemat pemakaian air bersih,” ujarnya.
(Sajidin)



