CIAMIS, FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis mulai mendapat perhatian dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui pelaksanaan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar) yang di gelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), Minggu (20/9/2026).
Kegiatan yang di pusatkan di Alun-alun Ciamis tersebut menjadi momentum untuk kembali mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:
Ciamis Masuk 9 Kabupaten/Kota Pilot Project Gemar Kemenpora
Staf atau Tenaga Ahli Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Heru Komarudin mengatakan, pihaknya berharap Gemar yang di laksanakan di Ciamis tidak berhenti pada momentum Haornas, tetapi dapat terus berlanjut.
“Harapannya, program Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar ini bisa terus berlanjut di Kabupaten Ciamis. Tujuannya satu, bagaimana meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui olahraga,” ujar Heru.
Menurut Heru, kegiatan seperti ini penting karena olahraga tidak harus selalu di lakukan dengan fasilitas khusus. Masyarakat dapat memanfaatkan ruang publik yang sudah tersedia untuk beraktivitas fisik.
“Harapannya, olahraga bisa lebih di nikmati oleh masyarakat. Khususnya warga Kabupaten Ciamis dengan memanfaatkan fasilitas jalan,” katanya.
Perhatian Kemenpora terhadap kegiatan di Ciamis juga terlihat dari upaya mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada masyarakat.
BACA JUGA:
Olahraga Tradisional jadi Daya Tarik Haornas 2026 di Ciamis
Dalam kegiatan Gemar, sejumlah permainan tradisional seperti egrang dan bakiak turut di mainkan. Permainan yang dahulu lekat dengan kehidupan anak-anak tersebut kini mulai jarang di temui.
Heru menilai, perkembangan media sosial justru bisa menjadi peluang untuk memperkenalkan kembali olahraga tradisional kepada generasi muda.
“Dengan adanya media sosial sekarang, sebenarnya olahraga tradisional ini bisa hidup lagi. Dulu waktu kita kecil, permainan seperti ini menjadi bagian dari keseharian,” ungkapnya.
Ia menyebut, perubahan kebiasaan akibat perkembangan teknologi membuat sejumlah permainan tradisional mulai di tinggalkan.
“Dengan adanya gadget, sekarang permainan seperti egrang ataupun bakiak itu sudah mulai di tinggalkan,” ujarnya.
Karena itu, Gemar di harapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama. Tetapi juga menjadi pengingat bahwa aktivitas fisik dapat di lakukan dengan cara yang sederhana.
“Harapannya, ini bisa mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa olahraga itu sebenarnya mudah dan juga murah,” pungkasnya.
(Mia)



