spot_imgspot_img
Sabtu 19 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Literasi Keuangan Pelajar Baru 62,72 Persen, OJK Tasikmalaya Perkuat Edukasi Lewat GENIUS

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya dan Pemkot Tasikmalaya meresmikan Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS). Program ini menjadi awal rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Aula Bapelitbangda Kota Tasikmalaya.

Acara ini menghadirkan lebih dari 200 kepala sekolah serta tenaga pendidik tingkat SD hingga SMA/SMK se-Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: 1.400 Mahasiswa Ikuti PKKMB UMTAS Tasikmalaya, Konsep Orientasi Kini Digelar di Tingkat Prodi

Atasi Kesenjangan Akses dan Pemahaman Keuangan

Pencanangan GENIUS merespons kesenjangan antara akses produk keuangan dan tingkat pemahaman masyarakat. Data SNLIK 2026 mencatat indeks literasi keuangan nasional berada di angka 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi mencapai 93,61 persen.

Kelompok pelajar dan mahasiswa mencatatkan indeks literasi sebesar 62,72 persen dengan indeks inklusi 92,76 persen.

Gunakan Pendekatan Guru Penggerak Literasi

Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman tenaga pendidik agar mampu menjadi teladan bagi para siswa.

“Program GENIUS bukan sekadar mengajarkan pelajar tentang pengolahan keuangan, tetapi mempersiapkan mereka agar mampu mengambil keputusan keuangan yang benar untuk masa depannya. Karena itu, fondasinya harus kita kuatkan mulai dari tenaga pendidik. Ketika guru memiliki kecakapan keuangan dan mampu menjadi teladan, pengetahuan tersebut dapat diteruskan kepada ratusan bahkan ribuan anak,” kata Nofa, Jumat (18/9/2026).

Hingga tahun 2026, program GENIUS di wilayah Priangan Timur telah menjangkau 13 ribu pelajar di 36 sekolah. Program ini memberikan pembekalan terkait budaya menabung, pencegahan pinjol ilegal, penipuan digital, serta judi online.

Dukungan Penuh Wali Kota Tasikmalaya

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengapresiasi peluncuran gerakan ini demi membentengi generasi muda di tengah kemudahan transaksi digital.

“Anak-anak kita hari ini tumbuh di tengah kemudahan akses layanan keuangan yang luar biasa. Karena itu, tugas kita bukan hanya membuka akses, tetapi memastikan mereka memiliki pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan mengambil keputusan keuangan pribadinya yang bijak dan benar,” kata Viman.

Viman berharap kolaborasi OJK, Pemkot, dan pelaku industri jasa keuangan mampu mencetak generasi pelajar Tasikmalaya yang cerdas secara akademik sekaligus bijak mengelola keuangan.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru