Oleh: Gina Sofia Rahman
Universitas Nurtanio – Dosen Pembimbing Lapangan
BANDUNG,FOKUSJabar.id: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nurtanio memberikan edukasi pencegahan perundungan kepada peserta didik di SD Malakasari dan Insan Kamil, Desa Ciluncat, Selasa (4/8/2026) lalu.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pengertian, bentuk, dampak, dan cara mencegah perundungan. Siswa juga diajak membangun pertemanan yang sehat, saling menghargai, serta berani menolak tindakan perundungan.
Siswa Dikenalkan pada Bentuk Perundungan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa perundungan dapat berupa ejekan, pengucilan, maupun tindakan lain yang dilakukan berulang dan menyebabkan orang lain merasa takut, tertekan, atau tersakiti.
Siswa juga diajak memahami pentingnya menghargai perbedaan, tidak mengejek kekurangan teman, dan tidak mengucilkan orang lain. Mereka didorong untuk membantu atau melaporkan apabila melihat temannya mengalami perlakuan yang tidak semestinya.
Penyampaian materi dilakukan secara edukatif dan komunikatif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Materi tidak hanya menekankan larangan melakukan perundungan, tetapi juga pentingnya membangun empati dan hubungan sosial yang sehat.
Pencegahan Membutuhkan Peran Bersama

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pencegahan perundungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah melalui edukasi sederhana dan berkelanjutan.
Sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Guru dapat memberikan pendampingan di sekolah, orang tua membangun komunikasi terbuka di rumah, sedangkan masyarakat mendukung terciptanya lingkungan sosial yang ramah anak.
Keterlibatan mahasiswa KKN menjadi salah satu bentuk kontribusi terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar. Selain memberikan pengalaman akademik, kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan edukasi langsung kepada anak-anak.
Anak Didorong Berperan Aktif
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diposisikan sebagai pihak yang perlu dilindungi. Mereka juga mendapat pengetahuan, ruang untuk berbicara, dan dorongan untuk ikut menciptakan lingkungan pertemanan yang saling menghargai.
Pencegahan perundungan membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, edukasi perlu berjalan secara konsisten dengan melibatkan seluruh lingkungan pendidikan.
Melalui kegiatan di SD Malakasari dan Insan Kamil, mahasiswa KKN Universitas Nurtanio mendorong terciptanya sekolah yang aman, bebas dari perundungan, dan mendukung anak untuk belajar serta berkembang tanpa rasa takut.



