JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kabaddi Jabar mendapat pelajaran dan pengalaman berharga dari pelaksanaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun 2026 yang di gelar di GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rawamangun, Jakarta, 1-3 September 2026.
Pada kejurnas tersebut, tim Kabaddi Jabar belum bisa meraih kemenangan.
BACA JUGA:
Kabar Buruk Datang dari Kandang Macan Kemayoran
Ketua Umum Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Jawa Barat, Uung Tanuwidjaya menuturkan, pihaknya mengirimkan 10 atlet putra dan 10 atlet putri pada kejurnas perdana yang di ikuti.
Sebagai tim debutan, Jabar mengikuti empat nomor pertandingan di kategori antarprovinsi pada kejurnas tersebut.
“Kami datang ke kejurnas sebagai tim debutan dan mengikuti semua nomor yang di pertandingkan di kategori antarprovinsi. Yakni nomor standar style putra dan putri serta nomor super five putra dan putri,” kata Uung.
Dia mengatakan, keikutsertaan FOKSI Jabar pada kejurnas tersebut memiliki tujuan tersendiri. Salah satunya memberikan pengalaman bertanding bagi atlet.
Meski demikian, pihaknya tidak serta merta mengirimkan kontingen tanpa persiapan.
Pelaksanaan seleksi hingga pemusatan latihan pun di lakukan untuk mempersiapan atlet yang akan berlaga di ajang kejurnas. Sehingga aturan dasar permainan, teknik, fisik, hingga strategi di ketahui dan di pahami masing-masing atlet.
“Atlet yang kami turunkan merupakan atlet-atlet yang baru mengenal olahraga Kabaddi. Dan pertandingan di kejurnas ini merupakan pengalaman pertama mereka. Kami melakukan TC (training center) agar resiko cedera bisa di minimalisir karena kabaddi ini olahraga full body contact,” Uung menjelaskan.
Meski tampil sebagai tim debutan, para atlet mampu menunjukkan performa yang cukup baik di atas matras.
Tim Jabar mampu memberikan perlawanan yang baik bahkan mampu merepotkan beberapa tim dari provinsi lain.
Menyaksikan secara langsung atlet bertanding, Uung mengaku cukup bangga dengan penampilan penuh semangat, pantang menyerah, dan tak kenal lelah yang di perlihatkan atlet.
Beberapa provinsi pun memberikan apresiasi positif secara langsung seperti Bali, Jatim, dan Kaltim. Termasuk dari PB FOKSI.
“Secara hasil, jelas kecewa karena kita belum meraih kemenangan. Tapi melihat perjuangan setiap atlet serta tim secara keseluruhan, saya secara pribadi bangga.”
“Secara mental, mereka tidak gentar berhadapan dengan atlet asal provinsi lain yang sudah berlatih bertahun-tahun dan memiliki jam terbang bertanding lebih banyak di berbagai event.”
“Saya cukup optimis para atlet bisa lebih baik ke depannya dan tidak menutup kemungkinan Jabar akan menjadi salah satu kekuatan Kabaddi di Indonesia pada masa yang akan datang,” kata Uung.
BACA JUGA:
Gustavo Almeida Dikontrak 1 Musim Java United FC
Selain pengalaman bertanding yang di peroleh para atlet, Uung mengaku mendapat pelajaran berharga terkait pelaksanaan pertandingan kabaddi.
Terlebih lagi, FOKSI Jabar sedang bersiap untuk menggelar pertandingan eksebisi kabaddi Porprov XV Jabar pada November 2026.
Dengan melihat langsung pelaksanaan pertandingan, pihaknya mendapatkan gambaran. Baik dari sisi pelaksanaan pertandingan, set up lapangan, perwasitan hingga hal lain untuk menggelar pertandingan olahraga kabaddi.
“Memang banyak hal yang menurut kami perlu koreksi dari pelaksanaan pertandingan kabaddi pada kejurnas ini. Baik dari kesiapan SDM pertandingan, lapangan, hingga kepanitiaan. Ini jadi bahan evaluasi, kami bersama jajaran pengurus FOKSI Jabar memiliki keyakinan bisa dan mampu menggelar pertandingan yang lebih baik,” tegasnya.
Sementara pada Kejurnas Kabaddi 2026, tim Bali berhasil sapu bersih gelar juara di semua nomor kategori antarprovinsi. Di nomor standar style, tim Bali putra mengalahkan tuan rumah DKI Jakarta dan tim putri menghentikan perlawanan Jatim.
Sedangkan di nomor super five, tim putra Bali menekuk Jatim. Dan tim putri Bali mampu mengatasi perlawanan Kaltim untuk memastikan sapu bersih gelar juara di kategori antar provinsi.
Di kategori antaruniversitas, tim putra UNJ A menjadi juara di nomor seven for five dan tim Unesa merebut gelar juara di kelompok putri. Sedangkan di nomor three star, tuan rumah UNJ meraih gelar juara di kelompok putra dan Unesa di kelompok putri.
“Sangat wajar kalau Bali mendominasi dan sapu bersih gelar juara mengingat sudah lebih dari 10 tahun eksis berlatih dengan pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan. Kami cukup puas melihat teknik maupun strategi permainan dari provinsi lain dan memberikan pelajaran serta pengalaman sangat berharga untuk kami, FOKSI Jabar yang notabene baru di olahraga ini,” pungkasnya.
(ageng)



