CIREBON,FOKUSJabar.id: Museum Topeng Cirebon memperingati ulang tahun ke-2 melalui acara syukuran bersama Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Rabu (2/9/2026) lalu. Momentum ini menandai perjalanan penting ruang kebudayaan tersebut dalam melestarikan kekayaan tradisi daerah.
Effendi Edo menyampaikan apresiasi tinggi atas perkembangan museum yang berdiri sejak 2 September 2024 ini. Menurutnya, seni topeng bukan sekadar karya estetis biasa, melainkan menyimpan filosofi dan sejarah panjang masyarakat Cirebon.
Baca Juga: Peringati Hari Jadi ke-528, Pemkab Kuningan Gelar Khitanan Massal untuk 151 Anak
“Topeng bukan sekadar benda seni. Di dalamnya ada cerita, karakter, filosofi, nilai-nilai kehidupan, dan perjalanan panjang budaya Cirebon yang diwariskan dari generasi ke generasi,” katanya.
Oleh karena itu, ia mendorong museum agar terus menjadi ruang budaya yang hidup bagi generasi muda.
Penyimpan Identitas Wayang Wong Cirebon
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmajaya, membeberkan keunikan tradisi topeng daerahnya. Seni topeng Cirebon ternyata menyimpan lebih dari 750 karakter yang terhubung langsung dengan tradisi wayang wong lokal.
Sebab, pertunjukan wayang wong di Cirebon mengandalkan topeng sebagai representasi karakter lakon, berbeda dari daerah lain yang menggunakan riasan wajah.
Selain itu, jumlah koleksi museum terus melonjak drastis. Museum yang awalnya hanya memiliki 130 artefak kini mengoleksi sekitar 630 topeng usai menerima hibah 500 topeng dari keluarga Nani Taufik.
“Dalam satu tahun kita mendapatkan tambahan sekitar 500 koleksi. Ini menunjukkan bahwa museum terus berkembang,” ungkap Agus.
Siapkan Cirebon Mask Festival dan Target Internasional
Disbudpar Kota Cirebon kini merancang langkah besar untuk membawa museum milik pemda pertama ini ke tingkat internasional. Pihaknya sedang menyiapkan perhelatan Cirebon Mask Festival pada November mendatang dengan mengundang berbagai delegasi luar negeri.
Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, dan Singapura telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Nanti, para peserta asing akan menyerahkan topeng khas negara masing-masing sebagai hibah koleksi museum.
“Kami ingin Museum Topeng Cirebon ke depan tidak hanya berbicara tentang koleksi topeng Cirebon, tetapi bisa berkembang menjadi museum topeng internasional,” kata Agus.
Strategi ini berpotensi mendongkrak angka kunjungan yang saat ini sudah menembus lebih dari 18.000 wisatawan. Oleh sebab itu, Disbudpar juga menjajaki kerja sama pertunjukan seni rutin guna memperkuat daya tarik wisata budaya Cirebon.
(Pemkot Cirebon/Irfansyah)



