spot_imgspot_img
Kamis 3 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Banjir Bandang Nepal Telan 1.204 Korban Jiwa

NEPAL, FOKUSJabar.id: Dampak fatal akibat terjangan banjir bandang di kawasan Nepal terus memburuk. Jumlah warga meninggal dunia melonjak hingga menyentuh angka 1.204 jiwa.

Data tersebut di ungkap kantor berita Xinhua berdasarkan rilis Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal pada Rabu (2/9/2026).

BACA JUGA:

Jepang Kerahkan JS Kunisaki ke Indonesia, Bawa 3 Helikopter CH-47 untuk Karhutla

Angka kematian terkini mengalami lonjakan tajam dari laporan sebelumnya. Sebelum data resmi rilis, media lokal Kathmandu Post sempat mencatat angka 1.127 korban tewas dalam musibah alam mematikan tersebut.

Proses Evakuasi dan Penyelamatan Ratusan Warga Asing

Di tengah upaya penanganan darurat, tim penyelamat berpacu melawan waktu guna menyisir lokasi terdampak.

Pihak Otoritas Bencana pada Selasa (1/9/2026) mengonfirmasi, sebanyak 330 warga negara asing berhasil di selamatkan pascabanjir.

Keberhasilan evakuasi tersebut menjadi titik terang di tengah kepungan lumpur serta puing-puing bangunan yang merusak akses transportasi.

Kronologi dan Penyebab Utama Banjir Bandang

Luapan air petaka dahsyat ini berawal ketika gelombang banjir bandang menerjang wilayah utara Nepal pada Rabu pagi, 26 Agustus.

Peristiwa kelam itu terpacu oleh limpasan air berdebit sangat tinggi dari wilayah China yang membendung lalu meluapkan aliran Sungai Bhote Koshi.

Berdasarkan analisis teknis, bencana alam ini bermula saat fenomena penyusutan gletser memicu pergerakan tanah longsor skala besar.

Kondisi tersebut seketika menahan serta memuntahkan volume air raksasa ke arah pemukiman warga di sepanjang bantaran sungai

BACA JUGA:

Asap Karhutla Kalimantan Berdampak ke Malaysia, Isu Dibawa ke Tingkat ASEAN

Banjir bandang Nepal 2026 menunjukkan betapa rentannya wilayah Himalaya terhadap perubahan iklim dan bencana GLOF.

Kerusakannya tidak hanya korban jiwa, tapi juga memutus rantai listrik, jalan, perdagangan dan sekolah.

Pemerintah Nepal saat ini fokus pada 3 hal. Yakni, pencarian korban, pemulihan infrastruktur vital dan bantuan kemanusiaan untuk 10.000 KK terdampak.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru