PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Padaherang menuai sorotan warga. SPPG Sindangwangi belum melibatkan petani dan BUMDes lokal sebagai penyuplai. Bahkan, para produsen buah dan sayur setempat kesulitan mengakses kemitraan katering.
Petani melon Desa Sindangwangi Iwan membeberkan belum adanya koordinasi resmi dari pengelola dapur. Padahal, ia sudah menyiapkan masa panen ratusan tanaman melon dari jauh hari.
Baca Juga: Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk, Dedi Mulyadi Janji Bangun Akses Permanen
“Sementara belum ada pihak yang menghubungi. Walaupun kita di awal tanam kemarin sudah menghubungi Karang Taruna. Bagaimana pemasaran kan harus kita pikirkan juga kemarin tuh. Ternyata sampai sekarang belum ada yang menghubungi,” kata Iwan.
Oleh karena itu, Iwan menyiasati penjualan hasil panen melalui konsep wisata petik buah. Langkah tersebut mencegah potensi pembusukan 3,5 ton buah melon siap panen.
“Ya ada sedikit ketakutan begitu, takut tidak bisa dipasarkan. Makanya saya buka untuk wisata melon biar panenan kita terserap,” ujarnya.
“Ya bisa suplai ke SPPG gitu kan. Semoga ada pihak dari SPPG Sindangwangi yang mau menerima buah melon kita,” harapnya.
Karang Taruna Dorong Pemberdayaan BUMDes dan UMKM
Di samping itu, Ketua Karang Taruna Desa Sindangwangi Padna menyayangkan ketiadaan kolaborasi daerah. Sebab, lembaga BUMDes dan kelompok UMKM pangan lokal terabaikan dari proyek nasional.
“Untuk saat ini memang tidak ada kolaborasi dengan pihak SPPG Sindangwangi. Saya juga menampung keluhan dari teman-teman BUMDes. Sekarang ini tidak dilibatkan untuk penyuplaian kebutuhan bahan baku MBG,” kata Padna.
Selanjutnya, Padna menegaskan pentingnya dampak ekonomi berganda dari pelaksanaan program pemerintah. Sebab, dapur SPPG mestinya menggerakkan roda perekonomian warga desa sekitar.
“Apalagi petani atau kelompok UMKM di Sindangwangi itu tidak dilibatkan. Padahal program pemerintah idealnya melibatkan warga lokal untuk pemberdayaan,” ujarnya.
“Kita Karang Taruna terus berjuang agar BUMDes, petani melon maupun petani timun, dan UMKM lainnya bisa berdaya,” tegasnya.
Warga berharap pengelola SPPG Sindangwangi segera membuka pintu kemitraan lokal. Langkah ini menyerap potensi pertanian ketimun, melon, serta olahan UMKM desa.
(Sajidin)



