TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Sebanyak 44 santri peserta Program One Kelurahan One Hafidz (OHAN Hafidz) angkatan pertama tahun 2025-2026 resmi menyelesaikan masa pembinaan. Para santri yang berasal dari berbagai pondok pesantren di Kota Tasikmalaya ini bersiap mengikuti prosesi wisuda pada awal September mendatang.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menghadirkan Program OHAN Hafidz sebagai wujud nyata penguatan identitas Kota Santri melalui pendidikan Al-Quran.
Baca Juga: Polres Tasikmalaya Razia HP Anggota Secara Mendadak, Ini Hasil Pemeriksaannya
Para peserta menimba ilmu dan memperdalam hafalan di empat lembaga pembinaan, yakni Ponpes Nurul Hidayah Purbaratu (14 orang), Ponpes Sulalatul Huda Cihideung (14 orang), Ponpes Al Hasanah Kawalu (13 orang), dan Tahfidzul Qur’an Nurul Iman Indihiang (6 orang).
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Tasikmalaya H. Asep Dudi mengapresiasi tinggi capaian para santri setelah menjalani pembinaan selama satu tahun penuh.
“Alhamdulillah dari 44 peserta, sebanyak 26 orang sudah berhasil hafal 30 juz, lalu 5 orang hafal 20 sampai 29 juz, dan 13 orang hafal 11 sampai 19 juz,” ungkap Asep Dudi, Senin (31/8/2026).
Dukungan Puluhan Tenaga Pembina Profesional
Asep menjelaskan bahwa keberhasilan ini bersumber dari dedikasi 20 tenaga pembina yang mendampingi para santri secara konsisten. Tim pembina tersebut terdiri atas 12 guru tahfidz dan 8 guru tahsin yang rutin memandu, menyemak bacaan (tasmi’), serta menguji hafalan (murojaah).
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Tasikmalaya akan memusatkan prosesi wisuda angkatan pertama ini di halaman Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada awal September 2026.
Program Prioritas Wujudkan Tasik Religius
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya Asep Goparulloh menegaskan bahwa Program OHAN Hafidz menjadi pilar penting dalam mewujudkan program strategis Tasik Religius.
Ia menyebut para peserta sebagai aset daerah yang memegang peran vital dalam menjaga keharmonisan serta marwah Tasikmalaya sebagai Kota Santri. Menurutnya, pemerintah berkomitmen memperkuat pembinaan generasi Qur’ani dari segi kuantitas maupun kualitas akhlak.
Sekda berharap keberhasilan 26 santri yang mengkhatamkan 30 juz ini memicu antusiasme lembaga keagamaan untuk menyukseskan gelombang berikutnya.
“Keberhasilan peserta OHAN Hafidz angkatan pertama, diantaranya 26 orang yang telah khatam 30 juz, Pemerintah berharap, ini menjadi motivasi bagi pondok pesantren maupun lembaga dan pihak lainnya untuk ikut serta dalam program OHAN Hafidz pada gelombang berikutnya,” ujar Sekda.
Mengabdi dan Menjadi Teladan di Masyarakat
Asep Goparulloh mengajak para orang tua, pimpinan pesantren, serta seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal kelanjutan program bernilai positif ini.
Ia menekankan bahwa para alumni pembinaan ini akan kembali ke tengah lingkungan tempat tinggal mereka untuk menyebarkan kebaikan.
“Santri penghafal Al-Quran ini nantinya akan diwisuda, mereka akan kembali ditengah-tengah masyarakat. Kemudian mereka akan mengamalkan ilmu hafalan Al-Quran yang telah dimiliki di tengah-tengah masyarakat. Sehingga kelak menjadi teladan bagi masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
(Seda)



