TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Alunan musik legendaris menggema semalaman di Kampung Swasana Caffe, Jalan Yudanegara Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jumat (28/08/2026) malam. Sederet vokalis kebanggaan Tasikmalaya menghidupkan kembali tembang-tembang populer era 80-an hingga 2000-an dalam acara bertajuk “Indonesia Legendary Song-Capullet”.
Suasana mendadak riuh begitu musisi memetik nada pertama. Penonton lintas generasi kompak bernyanyi, berjingkrak, bahkan meneteskan air mata karena terbawa nostalgia masa lalu.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Polres Tasikmalaya Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke Warga Sukaraja
Musisi lokal membawakan berbagai genre mulai dari pop, rock, hingga balada cinta. Ratusan penonton menyambut setiap lagu dengan teriakan dan tepuk tangan meriah dari awal hingga akhir acara.
“Kangen banget sama lagu-lagu ini. Dulu waktu SMA sering dengerin di kaset. Sekarang bisa nonton langsung, rasanya balik lagi ke masa muda,” ujar Sinta, salah satu penonton.
Pejabat Daerah Ikut Larut dalam Alunan Nostalgia
Kemeriahan panggung musik ini menarik perhatian para pejabat daerah. Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara hadir langsung bersama Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana dan Kadis Pendidikan Rojab Riswan Taufik. Mereka berbaur menikmati suara merdu para penyanyi.
Kehadiran jajaran pimpinan ini menandai bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kreativitas dunia seni dan musik lokal.
“Kami sangat mengapresiasi acara seperti ini, bukan hanya hiburan, tapi juga menghidupkan kembali kenangan dan kreativitas musisi Tasikmalaya,” ungkap Dicky Candra Negara.
Tiket Ludes dalam Tiga Hari dan Gerakkan Ekonomi UMKM
Ketua Panitia Andi Ibo mengaku kaget melihat antusiasme tinggi dari masyarakat Kota Tasikmalaya.
“Jujur saya sangat kaget, tiket habis terjual hanya dalam waktu 3 hari. Ini membuktikan bahwa lagu-lagu legendaris tidak pernah mati. Justru semakin dirindukan,” ungkap Andi.
Ia menegaskan bahwa panitia sengaja mengemas acara sederhana ini guna memuaskan kerinduan pencinta musik masa lalu. Pihaknya menghadirkan puluhan penyanyi berbakat yang tampil menggelegar bersama iringan Grup Band Capulete.
Musisi membawakan deretan lagu hits seperti Cinta, Isabela, Bintang Kehidupan, Rumah Kita, hingga Tua-Tua Keladi. Panggung musik tutup secara manis lewat tembang pamungkas Rindu karya Farid Harja.
Acara ini juga sukses menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal. Pemilik kafe, pelaku UMKM kuliner, serta para pekerja seni di sekitar lokasi merasakan langsung dampak positif dari keramaian panggung nostalgia tersebut.
(Seda)



