BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekraf) terus memacu pengembangan desa wisata. Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas destinasi sekaligus memperkuat potensi ekonomi warga lokal.
Upaya ini berjalan atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Pihaknya merangkul Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), kemudian pelaku UMKM, dan pemangku kepentingan guna membangun pariwisata yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga: Karhutla Mengancam 6 Provinsi, BMKG Kerahkan Operasi Modifikasi Cuaca
Strategi kolaboratif ini membuahkan hasil manis di tingkat Jawa Barat. Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara berhasil menembus Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik dalam ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026.
Kedua desa tersebut sukses menyingkirkan 44 pesaing dari berbagai daerah setelah melewati seleksi portofolio digital yang ketat.
Daya Saing Tangguh dan Pengalaman Wisata Holistik
Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor Ria Marlisa menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian dua desa tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini membuktikan bahwa desa wisata Bogor sanggup bersaing di tingkat yang lebih luas.
“Prestasi di SWJ ITDMA 2026 ini membuktikan bahwa desa wisata kita memiliki daya saing tangguh di tingkat provinsi. Kami kemudian berkomitmen terus menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan,” ungkapnya.
Ria menekankan, kekuatan desa wisata tidak hanya mengandalkan panorama alam, melainkan peran aktif warga dalam mengolah potensi menjadi pengalaman autentik.
Keunggulan Gunung Malang dan Tugu Utara juga lahir dari penerapan standar pariwisata 5A (Administrasi, Atraksi, Amenitas, Aksesibilitas, Advertising).
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Disparekraf Kabupaten Bogor Yuliana Idrus menyebut pengelola memadukan standar tersebut dengan kearifan lokal Sunda 5K (Kadeuleu, Kaambeu, Kadangu, Karaba, Karasa).
“Perpaduan tersebut berhasil menghadirkan pengalaman wisata holistik. Mereka tidak hanya rapi secara tata kelola dan fasilitas. Namun juga sukses menyajikan pengalaman sensorik otentik yang berakar pada budaya Sunda,” jelas Yuliana.
Persiapan Menuju Ajang Nasional
Keberhasilan masuk jajaran Top 15 membawa Gunung Malang dan Tugu Utara ke tahap pembinaan coaching clinic dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Di tingkat daerah, Pemerintah melanjutkan pendampingan intensif untuk menggembleng kesiapan pengelola. Pihaknya membidik peluang agar kedua desa ini sanggup melangkah ke tingkat nasional melalui Wonderful Indonesia Tourism Award (WITA) 2026.
Prestasi dua desa ini harapannya memicu semangat desa-desa lain di Kabupaten Bogor. Tentunya untuk terus mengenali potensi lokal dan mengembangkannya menjadi sumber kesejahteraan warga.
(Jingga Sonjaya)



