spot_imgspot_img
Sabtu 29 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Mahasiswa KKN Unigal Pacu Ekonomi Warga Masawah Pangandaran Lewat Tanaman Hias

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) menggelar diskusi panel mengenai pemberdayaan ekonomi keluarga di Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Program kerja ini berfokus pada sosialisasi manajemen usaha serta panduan legalitas ekspor tanaman hias lokal.

Para mahasiswa menghadirkan dua pakar, yakni Yahyah Saepul Uyun, S.H., M.H., yang mengupas tata kelola usaha dan aspek hukum, serta Endah Puspitasari, S.E., M.M., yang membeberkan panduan dasar ekspor.

Inisiatif ini bertujuan mendongkrak wawasan masyarakat setempat dalam mengoptimalkan potensi flora sekitar demi memperkuat fondasi finansial rumah tangga.

Peluang Cuan Tanaman Kadaka dan Pentingnya Legalitas

Narasumber pertama, Yahyah Saepul Uyun, mendorong warga untuk mengubah cara pandang terhadap kekayaan alam di lingkungan desa. Berbagai jenis tanaman lokal memiliki nilai jual tinggi jika mendapatkan penanganan secara profesional.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan masyarakat dalam melihat potensi tanaman hias yang ada di lingkungan desa sebagai peluang usaha yang dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian keluarga,” kata Yahyah.

Yahyah menyoroti tanaman Kadaka yang tumbuh subur di wilayah Masawah sebagai komoditas unggulan yang siap menembus pasar.

“Berbagai jenis tanaman hias, salah satunya Kadaka, menjadi contoh potensi yang dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dan dipasarkan dengan baik,” ujarnya.

Melalui forum ini, peserta menyerap materi pengelolaan produk, pemeliharaan mutu, strategi pemasaran, hingga pengurusan izin legalitas usaha.

Langkah Awal Menembus Pasar Internasional

Sementara itu, Endah Puspitasari memaparkan tahapan awal pengiriman komoditas ke mancanegara. Aktivitas ekspor membutuhkan persiapan matang serta pemenuhan standar regulasi yang ketat dari negara tujuan.

“Basic ekspor mencakup beberapa tahapan, mulai dari memastikan kondisi dan kualitas tanaman, proses pengemasan, menyiapkan dokumen serta legalitas yang diperlukan. Hingga pemeriksaan dan karantina tanaman sebelum dikirim ke negara tujuan,” jelas Endah.

Endah menekankan pentingnya pemahaman prosedur ekspor sejak dini agar warga mampu memproduksi tanaman yang sesuai dengan kualifikasi internasional.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya melihat tanaman hias sebagai tanaman untuk memperindah lingkungan. Tetapi juga sebagai komoditas yang memiliki peluang ekonomi dan dapat berkembang hingga menjangkau pasar yang lebih luas,” ucap Endah.

Pemerintah Desa Masawah menyambut positif edukasi ini dan bersiap memberikan pendampingan lanjutan bagi kelompok tani tanaman hias di wilayahnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru