CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sejumlah wilayah yang tersebar di 15 Kecamatan yang ada di kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) terdampak musim kemarau. Sehingga puluhan ribuan jiwa mengalami kekurangan air bersih.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerha (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani membenarkan kondisi tersebut.
BACA JUGA:
Mengenal Yayasan Galuh Saluyu Rahayu Sauyunan, Gerakan Umat Berbasis Masjid di Ciamis
Menurutnya, dari 15 kecamatan, 21 Desa di antaranya harus mendapat bantuan air bersih karena wilayah tersebut sudah mengalami krisis air.
“Untuk jumlah Dusun yang kekurangan air bersih ada 36 wilayah,” katanya.
Ani menuturkan, untuk membantu warga yang kekurangan air bersih, Pemkab Ciamis melalui BPBD dan pihak lain sudah mendistribusikan air sebanyak 344.000 liter.
“Dengan rincian BPBD 235.000 liter, PMI 65.000 liter, BBWS Citanduy 10.000 liter, Kodim 0613/Ciamis 4000 liter, BJB 25.000 liter dan Yogja Ciamis 5000 liter serta Polres 9000 liter,” ucapnya.
Ani menjelaskan, bantuan air bersih yang di salurkan itu untuk membantu ribuan masyarakat di daerah yang mengalami kekeringan
BACA JUGA:
Prestasi Azkiya Namira Bawa MI Al Mu’minin Ciamis ke Tingkat Nasional
“Ada 10.910 jiwa yang membutuhkan pasokan air bersih di seluruh wilayah yang terdampak musim kemarau ini,” ungkapnya.
Kekurangan air bersih adalah darurat kemanusiaan. BPBD hadir untuk memastikan tidak ada warga yang kekurangan air minum.
Distribusi air terus di lakukan sambil mencari sumber air alternatif. Mari kita dukung dengan hemat air dan jaga lingkungan.
Penanganan BPBD dalam krisis air bersih membuktikan bahwa negara hadir saat rakyat butuh. Meski bantuan tangki air hanya solusi sementara, langkah ini sangat vital untuk mencegah dampak kesehatan dan konflik sosial.
Semoga ini menjadi momentum kita bersama untuk lebih bijak mengelola air dan alam.
(Husen Maharaja)



